kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Gandeng Dongbu, BTN bidik bisnis remitansi (Update)


Senin, 01 November 2010 / 15:56 WIB
Gandeng Dongbu, BTN bidik bisnis remitansi (Update)
ILUSTRASI. Penjualan rokok - pita cukai rokok hmsp


Reporter: Ruisa Khoiriyah, Fransiska Firlana | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. BTN kian agresif mengembangkan bisnisnya. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng lembaga keuangan asing, seperti yang pernah dilakukannya dengan Housing Development Financial Corporation (HDFC) India. Kali ini BTN memilih untuk menggandeng Dongbu Saving Bank, salah satu lembaga keuangan asal Korea.

Dongbu Saving Bank merupakan bank yang mempunyai bisnis yang spesifik dan termasuk sebagai bank yang fokus ke retail banking. Khusus dengan BTN, "Kerja sama ini mencakup pengembangan bisnis transaksi remittance internasional dan jasa internasional," jelas Direktur Utama BTN Iqbal Latanro.

Direktur BTN Irman A. Zahiruddin menambahkan, jumlah warga Korea Selatan di Indonesia saat ini sudah mencapai 20.000 orang menjadi peluang bisnis bagi mereka.

Meski begitu, kerjasamanya nanti seperti apa, Iqbal bilang, hal itu akan diperjelas dalam kesempatan berikutnya. "Ini baru MoU, menjajaki kemungkinan kerjasama bisnis," tandasnya.

Presiden Director and CEO Dongbu Saving Bank Ha-Joong Kim menambahkan, jumlah perusahaan Korea yang bekerjasama dengan perusahaan Indonesia semakin banyak. Bisnis remitansi pun menjadi pilihan pertama untuk dikembangkan seiring dengan kian banyaknya keberadaan orang Korea di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×