Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Fajar Sekuritas menilai tekanan pasar modal saat ini tidak terlepas dari dinamika global, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi.
Founder sekaligus Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang mengatakan, perkembangan situasi global memiliki implikasi besar terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk prospek bisnis perusahaan sekuritas.
“Kami melihat perkembangan situasi global saat ini sangat berimplikasi kepada kondisi di Indonesia, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap prospek bisnis,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, ketidakstabilan harga energi, khususnya minyak, menjadi salah satu sumber utama ketidakpastian yang turut memengaruhi berbagai sektor. Hal ini membuat pelaku usaha kesulitan memproyeksikan arah bisnis ke depan.
Baca Juga: Tingkat Risiko Kredit Macet Fintech Lending Naik Jadi 4,54% per Februari 2026
Dengan kondisi tersebut, Steffen menyebut pelaku industri cenderung mengambil sikap wait and see hingga situasi menjadi lebih jelas. Di pasar modal, ia melihat kepercayaan investor juga belum sepenuhnya pulih.
Hal ini tercermin dari tingginya aksi outflow dan net sell yang membuat aktivitas investor lebih didominasi transaksi jangka pendek.
“Selama outlook bisnis belum bisa diprediksi secara jelas, kami semua memilih opsi untuk wait and see,” tuturnya.
Ia pun mengakui tekanan terhadap kinerja dan aktivitas bisnis sekuritas masih akan berlanjut dalam jangka pendek, seiring tingginya ketidakpastian global dan belum pulihnya sentimen pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












