kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Nobu Bank Gandeng Bittime Hadirkan Layanan Virtual Account


Jumat, 22 Mei 2026 / 06:30 WIB
Nobu Bank Gandeng Bittime Hadirkan Layanan Virtual Account
ILUSTRASI. Bittime di Coingecko (Dok/Bittime)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara lembaga keuangan tradisional dan industri aset digital semakin menjadi kebutuhan strategis. Perubahan perilaku masyarakat, kemajuan teknologi blockchain, serta meningkatnya minat terhadap aset kripto mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih terbuka, cepat, dan inklusif.

Hal itu salah satunya disadari Bank National Nobu Tbk (NOBU). Oleh karena itu, bank ini terus memperkuat kolaborasi dengan platform digital berizin dan sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan transaksi pembayaran lewat virtual account (VA) maupun Qris. 

Terbaru, Bank Nobu menjalin kerja sama dengan Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), guna menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital. Lewat kerja sama itu, integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime.

Chandra Lesmana, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development  Bank Nobu menyampaikan bahwa ke depan dunia keuangan akan semakin terintegrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance/TradFi) dan keuangan digital. “Kolaborasi antara Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, praktis, dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata dia, Kamis (21/5/2026)

Baca Juga: Nobu Bank Raup Laba Rp Rp481,3 miliar pada Tahun 2025

Chandra berharap kerja sama ini dapat memberikan pengalaman investasi digital yang lebih nyaman dan terhubung bagi masyarakat. Selain itu, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan serta keberlanjutan industri ekonomi kreatif di Indonesia.

Bittime berharap kolaborasi dengan Nobu Bank dapat mempermudah investor Indonesia melakukan diversifikasi aset di tengah pasar yang masih volatil. Business Director Bittime, Junji Misael mengatakan, integrasi ini memungkinkan perpindahan dana dari Rupiah ke aset digital dilakukan lebih praktis dan efisien sehingga akses investasi menjadi lebih mudah.

Menurut Junji, Bittime menghadirkan layanan investasi aset global berbasis tokenisasi yang dapat diakses 24 jam tanpa biaya tambahan melalui fitur swap Rupiah ke USDT. “Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi mulai dari deposit Rupiah hingga investasi di aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem.” ujarnya. 

Ia menilai kondisi pasar yang fluktuatif mendorong investor mencari instrumen alternatif seperti dolar AS, emas, dan aset global lainnya sebagai diversifikasi sekaligus lindung nilai. Tokenisasi aset global seperti USD, emas, dan saham AS juga dinilai memperluas pilihan investasi karena dapat dibeli secara fraksional.

Baca Juga: Dana Kelolaan Nasabah Tajir Perbankan Kian Melasat

Salah satu keunggulan kerja sama ini adalah proses transaksi dari Nobu Bank ke Bittime yang diklaim hanya membutuhkan sekitar 10 menit, mulai dari registrasi, proses KYC, hingga transaksi aset digital pertama.

Selain itu, pengguna dapat mengakses aset global berbasis tokenisasi seperti emas, USD, dan saham AS secara fleksibel kapan saja, dengan potensi imbal hasil hingga 10% APY pada sejumlah token tertentu.

Untuk menarik pengguna baru, Bittime dan Nobu Bank menghadirkan promo cashback 20% hingga Rp100.000 dalam bentuk USDT bagi pengguna yang melakukan deposit pertama melalui Virtual Account Nobu Bank.

Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa investasi kripto memiliki risiko tinggi, seperti fluktuasi harga, kehilangan modal, likuiditas, teknologi, dan regulasi. Karena itu, investor perlu memahami fundamental aset dan manajemen risiko sebelum berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×