kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gelar pameran IPEX 2020, BTN bidik penyaluran KPR Rp 3 triliun


Sabtu, 15 Februari 2020 / 17:06 WIB
Gelar pameran IPEX 2020, BTN bidik penyaluran KPR Rp 3 triliun
ILUSTRASI. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX). KONTAN/Baihaki

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar gembira bagi anda yang ingin segera merealisasikan mimpinya membeli rumah impian. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) yang menawarkan beragam pilihan properti dan berbagai promo.

IPEX 2020 akan digelar mulai 15-23 Februari di Jakarta Convention Center (JCC). Pembukaan IPEX yang dihadiri oleh Wakil Presiden Kyai Haji Ma’ruf Amin tersebut. BTN menargetkan dapat meraup ijin Prinsip KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp 3 triliun dengan target booked sebesar Rp 1 triliun dari perhelatan tersebut.

Baca Juga: Kembangkan bisnis remitansi, BNI Syariah gandeng Kyodai Remittance & SOLINDO

“Tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membeli properti karena banyak faktor yang membuat investasi pada properti ini menarik pada saat era suku bunga murah berlangsung, uang muka KPR juga semakin terjangkau setelah aturan relaksasi LTV mulai berlaku Desember lalu dan variasi hunian yang strategis terutama di wilayah Jabodetabek semakin banyak karena sarana dan prasarana transportasi yang sudah jadi seperti LRT, MRT,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury di Jakarta, Sabtu (15/2).

Menurut Pahala, tahun ini sebagai tahun yang tidak mudah bagi sektor properti, karena penjualan properti mengalami penurunan. Berdasarkan survey Bank Indonesia, Penjualan Properti Residensial Triwulan IV/2019 turun 16,33%(q to q) secara triwulanan dibandingkan triwulan III /2019 yang masih tumbuh 16,18%. Penurunan penjualan perumahan pun terjadi secara merata baik rumah tipe kecil,menengah ataupun besar.

Sementara itu, sektor properti pada tahun 2020, kata Pahala akan menjadi penuh tantangan karena ancaman resesi akibat kondisi geopolitik yang memanas serta yang terbaru adalah mewabahnya virus korona di Tiongkok yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke Indonesia.

Namun, Pahala optimistis sektor properti yang dikenal memiliki multiplier effect ke 170 industri turunan adalah sektor yang bertahan dan bangkit di tengah ancaman dari faktor eksternal tersebut. Apalagi Pemerintah dan BI memberikan dukungan yang cukup ke sektor properti antara lain antara lain peningkatan batasan tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah sederhana dan rumah sangat sederhana, pembebasan PPN atas rumah/ bangunan korban bencana alam, penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas hunian mewah dari 5% menjadi 1%, dan peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPNBM).

Baca Juga: Sasar milenial, Ciputra Development (CTRA) garap proyek Citra Landmark




TERBARU

Close [X]
×