kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.024   41,00   0,23%
  • IDX 6.183   -13,53   -0,22%
  • KOMPAS100 807   -4,01   -0,49%
  • LQ45 612   -2,33   -0,38%
  • ISSI 214   -0,24   -0,11%
  • IDX30 345   -1,39   -0,40%
  • IDXHIDIV20 426   -2,15   -0,50%
  • IDX80 92   -0,41   -0,44%
  • IDXV30 117   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 110   -0,73   -0,66%

Atasi Sentimen Negatif di Pasar Modal, Manulife Indonesia Hati-Hati Kelola Investasi


Senin, 27 Juli 2026 / 13:14 WIB
Atasi Sentimen Negatif di Pasar Modal, Manulife Indonesia Hati-Hati Kelola Investasi
ILUSTRASI. Manulife mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik lintas kelas aset (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi pasar keuangan yang dipengaruhi banyak sentimen negatif mempengaruhi realisasi investasi industri asuransi jiwa. Nilai investasi industri asuransi tercatat mengalami penurunan di 2026 berjalan ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Mei 2026, total nilai investasi asuransi jiwa mencapai Rp 544 triliun. Padahal di Januari tahun ini nilai investasi asuransi jiwa sempat mencapai Rp 558,61 triliun dan naik menjadi Rp 561,49 triliun di Februari 2026.

Kendati begitu, nilai investasi tersebut masih meningkat bila dilihat secara tahunan. Di Mei 2025, jumlah investasi asuransi jiwa mencapai Rp 527,33 triliun.

Hasil investasi industri asuransi jiwa juga kurang oke di 2026 berjalan ini. Di Mei, OJK mencatat, hasil investasi asuransi jiwa sebesar Rp 2,27 triliun.

Jumlah tersebut turun dibanding posisi Januari yang mencapai Rp 3,78 triliun dan Februari 2026 yang sebesar Rp 8,92 triliun. Kendati begitu, di Maret 2026, industri asuransi jiwa pernah mencatat kerugian investasi Rp 2,12 triliun.

Baca Juga: Inflasi Medis Berpotensi Mencapai 17,8%, Manulife Indonesia Siapkan Mitigasi

Buat perbandingan, di Mei 2025 silam, hasil investasi industri asuransi jiwa tercatat mencapai Rp 15,68 triliun.

Di tengah tekanan di pasar modal dalam negeri, Manulife Indonesia memastikan berupaya menjaga agar kinerja investasi tetap resilien. “Ini didukung oleh pendekatan investasi yang disiplin dan progresif atau forward-looking,” tutur Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, dalam wawancara eksklusif dengan KONTAN, beberapa waktu lalu.

Lauren menyebut, Manulife Indonesia menerapkan strategi investasi yang disiplin dan prudent. Penempatan investasi dilakukan dengan mempertimbangkan profil liabilitas, karakteristik produk, dan ketentuan regulator.

Diversifikasi portofolio juga menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan di tengah dinamika pasar. Selain itu, Manulife Indonesia juga terus memantau perkembangan ekonomi dan pasar secara berkelanjutan, serta melakukan penyesuaian bila diperlukan.

Baca Juga: Kebutuhan Proteksi Menguat, Manulife Indonesia Optimistis Pertumbuhan Bisnis Lanjut

Manulife Indonesia berfokus menjaga kinerja investasi agar memberi hasil optimal dalam jangka pendek. Ini dilakukan dengan menyeimbangkan potensi imbal hasil pengelolaan risiko, likuiditas, serta kemampuan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

“Pendekatan ini sejalan dengan komitmen kami untuk memperkuat fundamental bisnis dan menjaga kepercayaan nasabah dalam jangka panjang,” imbuh Lauren.

Lauren menegaskan, Manulife mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik lintas kelas aset, sehingga mampu mengelola fluktuasi jangka pendek sekaligus menangkap peluang di pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×