kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Geliat daerah bantu kinerja Mandiri Tunas Finance


Jumat, 08 September 2017 / 15:39 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mengklaim kondisi bisnis mulai membaik cukup pesat memasuki kuartal ketiga ini. Dimana penyaluran kredit yang dilakukan sampai bulan Agustus, perseroan mencatatkan pertumbuhan sekitar 13% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menyebut faktor perbaikan kondisi ekonomi juga turut membantu dalam peningkatan kinerja. "Seperti di Sumatera dan Kalimantan itu pertumbuhannya di atas ekpektasi kami," kata dia baru-baru ini.

Sejalan dengan perbaikan harga komoditas sejak akhir tahun lalu, daya beli masyarakat di daerah-daerah tersebut turut terkerek. Termasuk dalam meningkatkan kemampuan dalam membeli kendaraan penumpang.

Ditambah lagi, pembangunan infrastruktur di daerah terus berlangsung seperti pembangunan jalan raya. Sehingga ikut mendorong minat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi.

Di samping itu, ada pula faktor penambahan jaringan yang dilakukan MTF yang sudah mulai berkontribusi bagi angka pembiayaan perusahaan. Pembukaan cabang baru yang sudah dilakukan pada tahun ini adalah di Kalimantan Barat, Banyuwangi dan tiga wilayah di Indonesia bagian Timur. Yakni Ambon, Jayapura, dan Sorong.

Kondisi pasar di Indonesia Timur disebutnya tumbuh cukup pesat. "Di Jayapura misalnya dalam satu bulan sudah membiayai sekitar empat puluh kendaraan," ungkapnya.

Pertumbuhan ekonomi di paruh kedua tahun ini diyakini bisa lebih baik lagi untuk menopang kinerja pembiayaan. Dimana rata-rata pembiayaan per bulannya bisa naik jadi Rp 2 triliun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun di semester kedua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×