kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,31   5,35   0.60%
  • EMAS935.000 -0,53%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

GIC jadi investor Bank Jago (ARTO), eksekusi sebagian saham Gojek & MEI Rp 3,15 t


Jumat, 26 Februari 2021 / 10:44 WIB
GIC jadi investor Bank Jago (ARTO), eksekusi sebagian saham Gojek & MEI Rp 3,15 t
ILUSTRASI. GIC, soverign wealth fund Singapura akan masuk jadi investor Bank Jago (ARTO), eksekusi sebagian besar hak Gojek dan MEI. KONTAN/Cheppy A. Muchlis

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. GIC Private Limited, pengelola dana investasi milik pemerintah Singapura atau soveign wealt fund  akan masuk menjadi pemegang saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II alias rights issue.

GIC akan membenamkan dana hingga US$ 225 juta atau setara Rp 3,15 triliun (dengan kurs Rp 14.000) untuk mengeksekusi sebanyak 1,19 miliar saham Bank Jago (ARTO).

Prospektus Bank Jago  (ARTO) yang diunggah dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (26/2) mengungkapkan  bahwa Bank Jago (ARTO) akan menerbitkan 3 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp 2.350 per saham. 

Baca Juga: Bank Jago segera rights issue Rp 7,05 triliun

Setiap pemegang 579 saham Bank Jago (ARTO) akan memperoleh 160 saham baru. Jika seluruh saham baru dalam right issue dieksekusi, Bank Jago (ARTO) akan meraih dana segar Rp 7,05 triliun.

Dalam aksi korporasi tersebut, pemegang saham pengendali  Bank Jago (ARTO) sebesar 37,65% yakni PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) memiliki hak  hingga 1,129 miliar HMETD. 

Namun, perusahaan yang dikendalikan oleh bankir senior Jerry Ng berencana hanya melaksanakan 42,6 juta HMETD Bank  Jago (ARTO).  Angka ini setara senilai Rp 100,11 miliar.

PT Dompet Karya Anak Bangsa yang terkenal dengan brand Gojek atau Gopay  sebagai pemilik 22,16% saham ARTO, memiliki 664,8 juta HMETD. Namun Gopay hanya akan melaksanakan 560 juta HMETD Bank Jago (ARTO)  senilai Rp 1,316 triliun.

Dus, sisa porsi HMETD  dari MEI dan Gopay yang tidak dieksekusi inilah yang menjadi pintu masuk GIC  yang berkomiten akan menyerap saham baru Bank Jago (ARTO) sebanyak 1,19 miliar unit.

Sementara itu, Wealth Track Technology Limited (WTT) yang tercatat sebagai pemilik 13,35% saham Bank Jago atau  ARTO memiliki 1,449 miliar saham  hanya akan mengeksekusi 170 juta HMETD senilai Rp 339,5 miliar. 

WTT adalah perusahaan yang dimiliki pengusaha Sugito Patrick Waluyo. Dengan hanya mengeksekusi 170 juta saham baru di Bank  Jago atau ARTO, ini artinya ada 230,5 juta rights yang dimiliki. Namun dalam prospektus tak disebutkan sisa hak tersebut akan dialihkan.

Masih dalam prospektus, jadwal pencatatan diri sebagai pemegang hak alias cum date pada 4 Maret untuk pasar reguler dan negosiasi dan 8 Maret untuk pasar tunai.

Sementara masa perdagangan HMETD pada 10-17 Maret 2021 dan masa pelaksanaan HMETD juga pada tanggal yang sama. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×