Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran transportasi publik di Jakarta dengan melibatkan Bank Jakarta sebagai bank utama.
Pramono menilai, integrasi layanan perbankan dengan transportasi publik bakal menjadi sumber kekuatan baru bagi Bank Jakarta, terutama dari sisi penguatan basis data nasabah.
Pramono berharap seluruh moda transportasi yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depan dapat menggunakan layanan Bank Jakarta secara lebih mudah.
“Saya berharap digitalisasi untuk transportasi di Jakarta bisa segera diwujudkan dan Bank Jakarta dapat digunakan di seluruh transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta,” ujar Pramono saat peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Strategi Bank Jakarta: Kartu Debit Visa Perkuat Kapabilitas Transaksi Global
Ia melihat, keterlibatan Bank Jakarta dalam ekosistem transportasi publik akan memperkuat database transaksi bank tersebut, yang menjadi keunggulan strategis dibanding perbankan lain. Pramono mencontohkan Transjakarta yang mencatatkan jumlah penumpang harian sekitar 1,4 juta hingga 1,5 juta orang.
“Setiap hari Transjakarta digunakan oleh 1,4 juta sampai 1,5 juta orang. Kalau mereka melakukan tap dan di dalamnya ada transaksi Bank Jakarta, berapa pun nilainya, database-nya akan sangat besar. Itu yang akan menjadi kekuatan Bank Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberikan kepercayaan penuh kepada manajemen Bank Jakarta untuk menjalankan transformasi dan penguatan kinerja. Ia berharap, ke depan Bank Jakarta semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya publik.
Baca Juga: Bank Jakarta Hadirkan Kartu Debit Visa untuk Dukung Jakarta sebagai Kota Global
“Kalau tahun depan Bank Jakarta tidak semakin kuat, tidak semakin dipercaya publik, dan tidak semakin profesional, itu keterlaluan. Kami sudah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada jajaran Bank Jakarta,” tegas Pramono.
Menurutnya, momentum transformasi digital ini harus dimanfaatkan secara optimal agar Bank Jakarta mampu memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang modern dan memiliki peran strategis dalam mendukung layanan publik di Jakarta.
Baca Juga: Pramono Menanti IPO Bank Jakarta: Waktunya Jadi Bank Profesional!
Selanjutnya: Ruben Amorim Dipecat, Manchester United Masuk Siklus Pencarian Manajer Baru Lagi
Menarik Dibaca: 7 Barang di Ruang Tamu yang Sebaiknya Dijauhkan Jika Punya Hewan Peliharaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












