kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga CPO dan karet turun, BRI lakukan monitoring ekstra ke kredit komoditas


Rabu, 28 November 2018 / 17:48 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah (CPO) dan karet yang turun cukup tajam dari awal tahun membuat bank melakukan monitoring lebih ke sektor kredit ini.

Di bursa Malaysia, harga CPO secara year to date hingga 26 November 2018 sudah turun 28,6% menjadi 1.834 ringgit per ton. Sedangkan harga karet di bursa Tokyo Commodity Exchange juga turun 32,18% ytd menjadi ¥ 137/kg.

Mohammad Irfan, Direktur Manajemen Risiko BRI mengatakan, BRI akan meningkatkan monitoring dan pembinaan kredit komoditas. 

“Kalau harga CPO turun terus akan bisa meningkatkan risiko kredit kepada pengusaha sawit,” kata Irfan kepada kontan.co.id, Rabu (28/11).

Irfan bilang untuk komoditas karet sudah dari beberapa waktu lalu BRI tidak ada pemberian kredit baru. Tinggal sisa kredit komoditas sawit sebelumnya dan relatif sangat kecil.

Akhir tahun ini, BRI mengatakan kondisi kredit untuk komoditas sawit masih aman. Tahun depan pemberian kredit kepada komoditas yang turun harga akan dilakukan secara selektif.

Sebagai gambaran penyaluran kredit sektor komoditas terutama sawit dan karet pada tiga bulan lalu menurut BRI sebesar Rp 1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×