kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

Hasil investasi dana pensiun naik dua digit


Rabu, 08 November 2017 / 16:20 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja investasi dari pengelola industri dana pensiun makin merekah. Hasil investasi dana pensiun yang dikantongi tercatat mengalami kenaikan dua digit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai kuartal ketiga kemarin, industri dana pensiun mengantongi hasil investasi sebesar Rp 13,72 triliun.

Jumlah ini mengalami kenaikan setinggi 19,8% dibanding periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 11,45 triliun.

Semua segmen dana pensiun mengalami kenaikan hasil usaha investasi sampai bulan September kemarin. Dana pensiun pemberi kerja yang menjalankan program pensiun manfaat pasti (DPPK-PPMP) misalnya mengalami kenaikan hasil usaha investasi dari Rp 7,73 triliun menjadi Rp 8,81 triliun.

Dana pensiun pemberi kerja dengan program pensiun iuran pasti (DPPK-PPIP) juga mencatatkan kenaikan hasil usaha investasi dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,6 triliun per bulan September 2017.

Sementara hasil usaha investasi dari dana pensiun lembaga keuangan alias DPLK naik dari Rp 2,62 triliun menjadi Rp 3,3 triliun.

Selain hasil usaha investasi yang meningkat, industri dana pensiun juga mencatatkan tren kenaikan return of investment (RoI) hingga sembilan bulan pertama tahun ini. RoI industri dana pensiun tercatat naik dari 5,3% jadi 5,7%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi menilai peningkatan hasil investasi yang didapat oleh pengelola dana pensiun terdorong oleh kinerja dari sejumlah instrumen investasi. Diantaranya dengan memaksimalkan tren kenaikan indeks harga saham gabungan di tahun ini.

"Ada sejumlah dana pensiun yang melakukan trading saham saat harganya sudah dinilai tinggi untuk mendapat return," kata dia belum lama ini.

Sementara itu, imbal dari surat utang pun dinilai masih cukup menarik sehingga turut menyumbang kenaikan hasil usaha investasi yang didapat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×