kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Indo Premier membidik tambahan investor lewat pendaftaran digital


Selasa, 23 Oktober 2018 / 22:06 WIB

Indo Premier membidik tambahan investor lewat pendaftaran digital
ILUSTRASI. Aplikasi pembukaan rekening efek dan reksadana digital


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Salah satu faktor yang membuat nasabah  ogah membuka rekening efek dan reksadana adalah soal adminstrasi  yang memakan banyak  waktu. Kondisi inilah yang ingin diatasi oleh PT Indo Premier Sekuritas.  

Perusahaan ini mengembangkan layanan pembukaan rekening efek dan reksadana secara digital via aplikasi IpotGo dan IpotPay miliknya. Jadi, si calon nasabah tidak perlu tatap muka atau meneken formulir pendaftaran secara fisik.  Kerjasama pendaftaran secara digital tersebut terjalin antara Indo Premier dengan Bank Permata.


Molenoto The, Presiden Direktur Indo Premier Sekuritas menyebut, saat proses digitalisasi pendaftaran ini belum terlaksana, pihaknya kerap tidak optimal dalam menjaring jumlah nasabah. "Per hari rata-rata ada 500 calon investor yang mendaftar, tapi saat harus bertemu dan tatap muka banyak yang batal, sehingga tinggal 100 - 150 investor saja yang mau daftar," ujarnya usai peluncuran layanan digital tersebut di Bursa Efek Indonesia, Selasa (23/10).

Artinya, selama ini ada gap sekitar 300 investor sampai 350 investor yang gagal Indo Premier dapatkan lewat tata cara pendaftaran secara manual. Nah, Molenoto berharap, layanan digital ini bisa mengoptimalkan jumlah investor yang mendaftar ke Indo Premier.

Molenoto menargetkan layanan tersebut bisa menjaring  hingga 500 investor per hari. Dus, dalam satu tahun depan Indo Premier membidik tambahan investor baru hingga 120.000 orang. Saat ini, perusahaan tersebut sudah mempunyai 140.000 investor.

Hitung-hitungan kasar, sampai setahun ke depan, Indo Premier Sekuritas berpotensi mempunyai total investor sebanyak 260.000 orang.

Bila tertarik, calon investor bisa registrasi dengan mengunduh aplikasi Ipotgo dan Ipotpay. Setelah itu, masukan nomor e-KTP, mengunggah swafoto sambil memegang e-KTP dan foto spesimen tanda tangan.

 


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Markus Sumartomjon

Video Pilihan


Close [X]
×