kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Indonesia yang lebih baik versi OJK


Kamis, 15 Agustus 2013 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Yowis Ben 3, film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada minggu ini di Netflix tepatnya pada tanggal 25 Maret mendatang.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Indonesia akan memasuki usia yang ke-68 tahun pada 17 Agustus ini. Berbagai pihak tentu memiliki berbagai harapan terhadap tanah air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beranggapan bahwa keberadaan lembaga keuangan mikro merupakan salah satu cara menuju Indonesia yang lebih baik.

"Industri keuangan perlu didorong agar lebih inklusif," sebut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, di Gedung Soemitro Djojohadikusumo OJK, Kamis, (15/8).

Menurutnya, beragam lembaga keuangan harus memiliki perbaikan akses terhadap rakyat kecil. Ia melihat, perlu ada upaya untuk membangun aspek ekonomi Indonesia yang partisipatif. Dengan itu, ketimpangan perekonomian di pedesaan dan perkotaan tidak lagi terjadi.

Untuk itu, OJK pun akan berusaha meminta industri masuk dan menyasar segmentasi menengah bawah demi tercapainya inklusi finansial. Lembaga supervisi ini berencana menggenjot pembentukan lembaga keuangan mikro dan ritel.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pun telah mendorong perbankan masuk ke segmen mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM). OJK ingin, nantinya industri asuransi dan pasar modal berbondong-bondong menggarap pasar mikro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×