kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

Indonesia yang lebih baik versi OJK


Kamis, 15 Agustus 2013 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Yowis Ben 3, film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada minggu ini di Netflix tepatnya pada tanggal 25 Maret mendatang.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Indonesia akan memasuki usia yang ke-68 tahun pada 17 Agustus ini. Berbagai pihak tentu memiliki berbagai harapan terhadap tanah air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beranggapan bahwa keberadaan lembaga keuangan mikro merupakan salah satu cara menuju Indonesia yang lebih baik.

"Industri keuangan perlu didorong agar lebih inklusif," sebut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, di Gedung Soemitro Djojohadikusumo OJK, Kamis, (15/8).

Menurutnya, beragam lembaga keuangan harus memiliki perbaikan akses terhadap rakyat kecil. Ia melihat, perlu ada upaya untuk membangun aspek ekonomi Indonesia yang partisipatif. Dengan itu, ketimpangan perekonomian di pedesaan dan perkotaan tidak lagi terjadi.

Untuk itu, OJK pun akan berusaha meminta industri masuk dan menyasar segmentasi menengah bawah demi tercapainya inklusi finansial. Lembaga supervisi ini berencana menggenjot pembentukan lembaga keuangan mikro dan ritel.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pun telah mendorong perbankan masuk ke segmen mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM). OJK ingin, nantinya industri asuransi dan pasar modal berbondong-bondong menggarap pasar mikro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×