kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indonesia yang lebih baik versi OJK


Kamis, 15 Agustus 2013 / 15:28 WIB
Indonesia yang lebih baik versi OJK
ILUSTRASI. Yowis Ben 3, film Indonesia yang dijadwalkan tayang pada minggu ini di Netflix tepatnya pada tanggal 25 Maret mendatang.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Indonesia akan memasuki usia yang ke-68 tahun pada 17 Agustus ini. Berbagai pihak tentu memiliki berbagai harapan terhadap tanah air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beranggapan bahwa keberadaan lembaga keuangan mikro merupakan salah satu cara menuju Indonesia yang lebih baik.

"Industri keuangan perlu didorong agar lebih inklusif," sebut Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, di Gedung Soemitro Djojohadikusumo OJK, Kamis, (15/8).

Menurutnya, beragam lembaga keuangan harus memiliki perbaikan akses terhadap rakyat kecil. Ia melihat, perlu ada upaya untuk membangun aspek ekonomi Indonesia yang partisipatif. Dengan itu, ketimpangan perekonomian di pedesaan dan perkotaan tidak lagi terjadi.

Untuk itu, OJK pun akan berusaha meminta industri masuk dan menyasar segmentasi menengah bawah demi tercapainya inklusi finansial. Lembaga supervisi ini berencana menggenjot pembentukan lembaga keuangan mikro dan ritel.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pun telah mendorong perbankan masuk ke segmen mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM). OJK ingin, nantinya industri asuransi dan pasar modal berbondong-bondong menggarap pasar mikro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×