Reporter: Ahmad Febrian, Ferry Saputra | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan industri pergadaian masih menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juli 2026, penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 160,78 triliun.
"Nilai itu tumbuh sebesar 50,73% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun tingkat risiko kredit masih terjaga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam rapat Dewan Komisioner OJK, pekan lalu.
Akselerasi pada industri pergadaian nasional turut dirasakan oleh egmen pergadaian barang mewah (luxury pawn). Skema pembiayaan berbasis agunan aset (asset-backed lending) semakin diminati oleh kalangan high net worth individuals (HNWI), pengusaha serta kolektor yang membutuhkan likuiditas bernilai besar dalam waktu singkat tanpa friksi administratif perbankan.
Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama mengungkapkan, pertumbuhan industri pergadaian mencerminkan makin tingginya kepercayaan pemilik modal terhadap fleksibilitas produk pergadaian sebagai jembatan modal kerja.
Banyak pengusaha dan kolektor menyadari., menjual aset fisik premium seperti jam tangan bernilai tinggi (haute horlogerie), tas desainer, hingga perhiasan berlian, bukanlah pilihan taktis saat pasar berfluktuasi atau saat nilai aset tersebut tengah terapresiasi.
Baca Juga: BRI Wealth Management Dorong Diversifikasi Portofolio lewat Investasi Syariah
"Melalui skema gadai premium, nasabah dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum peluang usaha baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya," ujar Bastian, dalam keterangannya, Senin (21/9).
Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah menilai, fenomena tersebut membuktikan pergeseran paradigma positif para pelaku usaha dan segmen menengah-atas dalam mengelola struktur modal (cost of capital).
Bagi segmen korporasi dan individu beraset mapan, kecepatan eksekusi dan pelestarian nilai portofolio investasi adalah kunci. Menurut Piter, memanfaatkan fasilitas pembiayaan pergadaian dengan agunan barang mewah yang bernilai stabil jauh lebih rasional dibanding mencairkan portofolio saham saat pasar modal bergerak dinamis atau mencairkan instrumen simpanan lebih dini.
"Kehadiran entitas pergadaian swasta premium berizin resmi OJK seperti Lesca Gadai Premier mereposisi peran pergadaian: dari yang sebelumnya dipersepsikan sebatas dana darurat, bertransformasi menjadi instrumen navigasi wealth management dan manajemen likuiditas modern," papar Piter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














