Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lanskap ekonomi global kuartal II 2026 terus menunjukkan dinamika menantang. Di tengah fluktuasi pasar modal, penyesuaian suku bunga yang agresif, serta ketidakpastian geopolitik, para investor dan individu beraset neto tinggi alias high net worth individuals (HNWI) atau crazy rich di Indonesia mulai melakukan rebalancing portofolioi.
Yang menarik, barang mewah (luxury goods) tidak lagi sekadar simbol status. Melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen safe haven. PT Lesca Gadai Premier, perusahaan gadai barang mewah, memperkenalkan strategi smart liquidity. Strategi ini memosisikan layanan gadai mewah sebagai solusi likuiditas strategis yang memungkinkan pemilik aset mencairkan dana segar tanpa harus melepas kepemilikan aset.
Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama menjelaskan, belakangan ini, pihaknya melihat pergeseran perilaku nasabah premium. Banyak pengusaha dan kolektor menyadari, menjual aset mewah saat ini bukan langkah bijak. Mengingat potensi kenaikan harga di masa depan sangat tinggi.
Baca Juga: Gadai ValueMax Catat Lonjakan Pembiayaan 300% hingga April 2026
"Namun, di sisi lain, mereka membutuhkan likuiditas cepat untuk menangkap peluang bisnisatau menjaga arus kas. Di sinilah kami hadir sebagai jembatan finansial," ujar Bastian, dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Perusahaan ini menggunakan teknologi tinggi dalam memvalidasi keaslian dan kondisi aset. Tim penilai dilengkapi dengan instrumen canggih serta akses database pasar global untuk memastikan taksiran harga paling adil (fair market value).
Lesca Gadai juga memiliki layanan White Glove Service. Layanan ini memungkinkan nasabah premium kmelakukan seluruh proses transaksi dari rumah atau kantor mereka tanpa perludatang ke gerai fisik.
Rencana ekspansi ke Surabaya, Meda, dan kota besar lain di 1 tahun-2 tahun ke depan menunjukkan pertumbuhan positif perusahaan. Lesca Gadai Premier optimistis dapat memimpin pasar dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas finansial personal para nasabahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













