Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang paling tertekan pada September 2026. Berdasarkan data Infovesta dalam satu bulan atau hanya pada September 2026, rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat terkontraksi sebesar 4,54%.
Jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return positif pada September 2026. Adapun 10 produk tersebut return-nya berada di atas rata-rata unitlink berbasis saham keseluruhan.
Pada posisi pertama diduduki oleh produk Dynamic Money milik PT AXA Financial Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 10,11% pada September 2026.
Selanjutnya, posisi kedua ditempati produk Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia. Adapun produk tersebut membukukan return sebesar 5,46% pada September 2026.
Baca Juga: 10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi hingga September 2026
Pada posisi ketiga ditempati produk Dynamic (IDR) milik PT AXA Financial Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 5,45%.
Lebih lanjut, produk unitlink Aggressive Equity Rupiah (IDR) milik PT AXA Financial Indonesia menduduki posisi keempat. Adapun produk tersebut memberikan imbal hasil sebesar 4,38% pada September 2026.
Pada posisi kelima ditempati produk milik PT Panin Dai-ichi Life, yakni Panin MUL USD Aggressive Fund. Produk itu memberikan return sebesar 3,61% pada September 2026.
Sementara itu, pada posisi keenam ditempati produk PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), dengan imbal hasil sebesar 3,06% pada September 2026.
Posisi ketujuh ditempati produk unitlink saham milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), yakni PRUlink US Dollar Global Tech Equity Income Fund, dengan imbal hasil sebesar 3,06% pada September 2026.
Selanjutnya, posisi kedelapan ditempati produk unitlink saham Mandiri Golden Offshore USD milik PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), dengan imbal hasil sebesar 2,99%.
Baca Juga: Kinerja Unitlink Saham Tertekan, Return Turun 9,21% hingga September 2026
Posisi kesembilan ditempati produk PFI Mega Life USD Global Equity Opportunity Fund milik PT PFI Mega Life Insurance. Adapun produk itu mencetak return sebesar 2,09% pada September 2026.
Produk milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, yakni Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar, menduduki posisi kesepuluh. Produk itu mencetak return sebesar 1,73% pada September 2026.
Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menerangkan kinerja unitlink berbasis saham tak terlepas dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Wawan menuturkan melemahnya kinerja IHSG 6,96% sepanjang September 2026 turut memengaruhi return unitlink berbasis saham pada bulan tersebut.
"Pengaruhnya cukup signifikan," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Wawan menjelaskan sepanjang September 2026, Infovesta Equity Unit Linked Index turun 4,89%, sedangkan rata-rata return 219 unitlink saham yang dipantau turun 4,54%. Dia bilang hanya 24 produk yang mencatat return positif dan sebagian besar adalah unitlink saham berbasis global atau offshore.
Wawan mengatakan unitlink saham yang berinvestasi di pasar domestik rata-rata turun 5,75%, sedangkan unitlink saham berbasis global hanya turun sekitar 2,08%.
Meski demikian, dia bilang penurunan unitlink saham sepanjang September 2026 yang sebesar 4,54% masih lebih rendah, jika dibandingkan kinerja IHSG yang turun 6,96% pada September 2026.
Sementara itu, berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis campuran terkontraksi sebesar 2,29% pada September 2026. Senasib, unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,56% pada September 2026.
Adapun unitlink berbasis pasar uang hanya satu-satunya jenis unitlink yang berhasil mencatatkan kinerja positif dengan rata-rata return sebesar 0,39% pada September 2026.
Baca Juga: Kinerja Return Unitlink Saham Terkontraksi Paling Dalam per September 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














