kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini strategi Bukopin bersaing dengan KUR


Minggu, 23 Oktober 2016 / 20:37 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perbankan masih menargetkan pertumbuhan kredit mikro non KUR. Meskipun, pemerintah semakin gencar menyalurkan kredit mikro KUR dengan bunga murah.

Sebagai informasi, saat ini rata-rata suku bunga mikro perbankan nasional adalah 17% sampai 19% sedangkan KUR pemerintah memberikan subsidi sehingga bunga kredit bisa cukup rendah yaitu sebesar 9%.

Glen Glenardi. Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk mengatakan sampai September 2016, bank berkode BBKP ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit mikro sebesar 19% yoy. “Sampai akhir tahun diproyeksi kredit mikro bisa tumbuh sampai 20% yoy,” ujar Glen kepada KONTAN, Jumat (21/10).

Pertumbuhan kredit mikro ini sejalan dengan masih besarnya potensi debitur yang masih belum tersentuh perbankan. Untuk mengembangkan bisnis mikro, Bank Bukopin mempunyai beberapa strategi.

Pertama adalah fokus kepada kredit langsung ke pensiunan pegawai pemerintah, TNI dan Polri. Selain itu, Bank Bukopin juga fokus pada pengembangan aliansi strategis dengan Taspen serta Asabri.

Strategi ketiga adalah dengan melakukan optimalisasi kinerja partner dan pengembangan produk perbankan mikro branchless. Selain itu strategi terakhir adalah fokus kepada peningkatan kualitas kredit swamitra dan bisnis koperasi pensiunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×