kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.993   81,00   0,45%
  • IDX 6.023   -47,74   -0,79%
  • KOMPAS100 776   -9,18   -1,17%
  • LQ45 594   -7,11   -1,18%
  • ISSI 209   -1,86   -0,88%
  • IDX30 329   -3,76   -1,13%
  • IDXHIDIV20 420   -4,22   -0,99%
  • IDX80 89   -1,05   -1,17%
  • IDXV30 114   -0,71   -0,62%
  • IDXQ30 108   -0,93   -0,86%

Ini Tantangan yang Memengaruhi Kinerja RoI Dana Pensiun hingga Akhir 2026


Kamis, 01 Oktober 2026 / 15:01 WIB
Ini Tantangan yang Memengaruhi Kinerja RoI Dana Pensiun hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja Return on Investment (RoI) industri dana pensiun (dapen) hingga akhir 2026.

Humas ADPI Syarifudin Yunus menerangkan tantangannya, seperti volatilitas pasar global dan geopolitik, suku bunga, pelemahan rupiah, serta fluktuasi harga saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Tantangan lainnya adalah keterbatasan ruang investasi berimbal hasil menarik. Sebab, dana pensiun harus menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada peserta," ujarnya kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).

Sementara itu, Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi menyampaikan tantangan yang bisa memengaruhi RoI industri adalah risiko pasar dan risiko kredit.

"Dengan demikian, yield instrumen fixed income meningkat dan nilai wajar saham turun hingga di bawah nilai perolehan," ucapnya.

Baca Juga: Bentuk Satker Portofolio Fintech Bermasalah, AFPI Tetapkan Kriteria Khusus

Dari penyelenggara, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menyebut tantangan utama yang memengaruhi pencapaian RoI hingga akhir tahun ini, mencakup dinamika suku bunga dan pasar keuangan.

"Arah pergerakan suku bunga acuan, serta volatilitas di pasar modal dan pasar obligasi domestik maupun global berdampak pada pergerakan nilai wajar aset (mark-to-market)," kata Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno kepada Kontan, Selasa (29/9).

Selain itu, Budi menyebut kondisi makro ekonomi juga perlu diwaspadai. Dia bilang kondisi itu menyebabkan fluktuasi ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik, sehingga dapat menekan imbal hasil pengembangan dana.

Baca Juga: Dapen BCA: Investasi ke Luar Negeri Bukan karena Return Domestik Tak Optimal

Budi juga mengatakan manajemen likuiditas dan demografi peserta juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi kinerja RoI. Dia menyebut pemenuhan arus kas untuk pembayaran manfaat pensiun rutin seiring masuknya siklus peserta ke usia pensiun normal menuntut disiplin pengelolaan alokasi aset agar fleksibilitas portofolio tetap terjaga.

Adapun RoI Dana Pensiun BCA per Agustus 2026 tercatat sebesar 5,62%.

Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI industri dana pensiun sebesar 0,95% per Juli 2026. Adapun dana investasi industri mencapai Rp 391,30 triliun per Juli 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×