kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

IPOT Soroti Tantangan Generasi Muda di Era AI dan Ancaman Digital


Jumat, 12 Juni 2026 / 10:33 WIB
IPOT Soroti Tantangan Generasi Muda di Era AI dan Ancaman Digital
ILUSTRASI. AI-HEALTHCARE/SURVEY (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengatakan, generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain harus menghadapi tekanan inflasi global yang menggerus daya beli, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai risiko di era digital.

Mulai dari penipuan siber yang semakin canggih, maraknya judi online, fenomena fear of missing out (FOMO), hingga berbagai skema cepat kaya yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Kredit Amar Bank Terdorong Perluasan Jangkauan Pasar

Kondisi tersebut membuat tidak sedikit anak muda mampu menghasilkan pendapatan, tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola dan melindungi aset keuangannya.

CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto menilai, situasi ini menjadi tantangan penting bagi Indonesia.

Menurutnya, tanpa fondasi literasi keuangan yang kuat, generasi muda berisiko hanya menjadi konsumen teknologi, bukan pelaku yang mampu menciptakan nilai ekonomi.

"Transformasi ekonomi nasional tidak dimulai dari saham atau trading, melainkan dari cara berpikir (mindset)," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Moleonoto menambahkan, dunia saat ini tengah memasuki era baru yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi tersebut, menurutnya, bukan lagi sekadar inovasi masa depan, melainkan telah menjadi infrastruktur baru yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Baca Juga: Bidik UMKM dan Ritel, Krom Bank Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Positif

"AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, berinvestasi, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IPOT menginisiasi gerakan edukasi bertajuk Cerdas Finansial Bersama IPOT.

Melalui program ini, perusahaan ingin mendorong pemahaman bahwa AI bukan hanya milik insinyur, programmer, atau perusahaan teknologi besar.

Sebaliknya, AI dinilai sebagai kompetensi dasar yang perlu dimiliki generasi muda di berbagai daerah untuk membantu mengelola, mengembangkan, dan melindungi masa depan keuangan mereka.

Baca Juga: BTN Gandeng UNPAD Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan

Moleonoto mengatakan, sebagaimana Microsoft memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas kerja, NVIDIA untuk mendukung komputasi global, dan Google untuk memperkuat ekosistem informasi, IPOT ingin mengambil peran sebagai platform transformasi AI di sektor keuangan nasional.

"Investasi hanyalah kendaraan awal. Tujuan yang lebih besar adalah melahirkan generasi Indonesia yang cerdas finansial, melek AI, adaptif, dan siap memimpin era ekonomi digital global," tutup Moleonoto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×