Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mestika Dharma Tbk menargetkan dapat naik kelas menjadi bagian dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 sebelum tahun 2028. Target ini ditopang dengan kinerja yang dijaga tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025 lalu, Presiden Direktur Bank Mestika Achmad S. Kartasasmita bilang pihaknya tetap mampu menjaga kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Berbekal hal itu, pihaknya optimistis dapat naik kelas ke KBMI 2 dalam setidaknya dua tahun mendatang. Achmad bilang target tersebut dipatok seiring penguatan permodalan, pengembangan layanan digital, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha PT Sukses Utama Sejahtera Insurance Broker
"Kami tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin," ujar Achmad dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Hingga akhir tahun lalu, posisi modal inti Bank Mestika ada di Rp 5,38 triliun. Artinya, bank memiliki kekurangan kisaran Rp 680 miliar untuk memenuhi minimum modal inti KBMI 2.
Dari sisi kinerja, Bank Mestika berhasil menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 3,65% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 11,22 triliun. Achmad menyebut pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi yang berfokus pada kualitas aset dan pertumbuhan yang selektif.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,85% yoy menjadi Rp 10,99 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat 7,12% pada 2025. Namun, laba bersih Bank Mestika tercatat sebesar Rp 320 miliar atau menurun 21% yoy.
Achmad menjelaskan penurunan laba tersebut sejalan dengan langkah perseroan memperkuat pencadangan guna menjaga kualitas aset di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
Meski demikian, ia memastikan kondisi likuiditas dan permodalan Bank Mestika tetap berada pada level yang kuat. Rasio-rasio keuangan perseroan juga dijaga jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Untuk memperkuat penghimpunan dana masyarakat, Bank Mestika terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi MIND yang diluncurkan pada 2025. Saat ini, perseroan masih mengevaluasi efektivitas aplikasi tersebut dalam meningkatkan jumlah nasabah baru, khususnya dari kalangan usia muda.
"Kalau dibandingkan bank lain, MIND sudah cukup bersaing atau tidak, saat ini kami sedang menganalisa apakah MIND ini bisa meningkatkan jumlah nasabah baru terutama yang berusia muda," kata Achmad.
Ke depan, perseroan berharap dapat memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan perbankan yang profesional, berbasis teknologi, dan mengedepankan prinsip keuangan berkelanjutan.
Baca Juga: Jasindo: Pelemahan Rupiah Belum Berdampak Signifikan ke Bisnis Marine Cargo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













