kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Jamkrida Sumbar Catatkan Angka BOPO di Level 54,93% per Akhir 2025


Selasa, 24 Februari 2026 / 21:38 WIB
Jamkrida Sumbar Catatkan Angka BOPO di Level 54,93% per Akhir 2025
ILUSTRASI. Jamkrida Sumbar mencatatkan penurunan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) jadi 54,93% pada akhir 2025. (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mencatatkan penurunan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan angka BOPO perusahaan per akhir 2025 sebesar 54,93%.

"Angka tersebut menurun sebesar 10,16%, jika dibandingkan posisi per akhir 2024," ungkapnya kepada Kontan, Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, Ibnu menerangkan Jamkrida Sumbar menerapkan sejumlah upaya untuk menekan BOPO. Dia bilang upayanya, yaitu mendorong digitalisasi proses bisnis dan mempercepat sistem informasi teknologi guna memangkas biaya administrasi dan proses manual.

Baca Juga: Kredit Perbankan Januari 2026 Tumbuh 10,2% YoY, Ini Penopangnya

Selain itu, melakukan dokumentasi digital melalui penerbitan sertifikat penjaminan elektronik, e-signature, dan e-materai," ujarnya.

Ibnu menyampaikan upaya lainnya, yaitu melakukan mitigasi risiko melalui reasuransi dan co-guarantee untuk menurunkan beban klaim dan potensi biaya operasional yang tidak perlu, serta melakukan efisiensi operasional umum melalui penguatan proses internal dan inovasi layanan.

Ibnu mengatakan angka BOPO perusahaan diharapkan dapat ditekan tetap di bawah 55% pada 2026. Dia bilang upaya efisiensi biaya dan pengelolaan risiko yang baik tetap menjadi fokus untuk menjaga performa BOPO.

Baca Juga: WOM Finance Catat Total Aset Rp 7,37 Triliun per Akhir 2025

Sebagai informasi, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, BOPO industri penjaminan melonjak dari 49,08% per akhir 2024, menjadi sebesar 67,73% per akhir Desember 2025. 

Selanjutnya: Anjlok 14%, Penerimaan Cukai & Bea Negara Terseret Lesunya Ekonomi

Menarik Dibaca: 4 Tren Lantai Dapur 2026 yang Diprediksi Booming Dalam Waktu Dekat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×