Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam roadmap atau peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023-2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa variasi produk syariah menjadi salah satu tantangan bagi industri asuransi syariah.
Jika dibandingkan asuransi konvensional, terdapat keterbatasan variasi produk untuk asuransi syariah. Dengan demikian, banyak masyarakat yang akhirnya melirik produk asuransi konvensional karena tak berbeda jauh dibandingkan syariah.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Jasindo Syariah memandang inovasi produk merupakan kebutuhan penting bagi industri asuransi syariah. Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo Syariah, Wahyudi menerangkan inovasi tersebut perlu berangkat dari kebutuhan perlindungan masyarakat, sehingga perbedaannya memberikan nilai tambah yang nyata bagi peserta.
Wahyudi mengatakan kesamaan manfaat perlindungan dengan asuransi konvensional merupakan hal yang dapat dipahami. Sebab, dia bilang risiko yang dihadapi masyarakat pada dasarnya sama, seperti risiko kerusakan kendaraan, kebakaran, maupun kecelakaan.
Baca Juga: Kontribusi Asuransi Syariah Mulai Pulih, Jasindo Syariah Perkuat Bisnis
Meski demikian, Wahyudi menerangkan produk asuransi syariah sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk konvensional.
"Karakteristik asuransi syariah terletak pada akad, prinsip saling menolong antarpeserta, serta pengelolaan dana yang sesuai dengan prinsip syariah," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).
Oleh karena itu, Wahyudi bilang inovasi dapat dilakukan melalui pengembangan manfaat, kemudahan akses, serta layanan yang makin relevan dengan kebutuhan peserta, dengan tetap memperkuat karakteristik syariahnya.
Lebih lanjut, Wahyudi menuturkan peluang pengembangan produk syariah dapat diarahkan pada kebutuhan perlindungan yang lebih spesifik dalam ekosistem ekonomi syariah. Misalnya saja, perlindungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai nilai halal, perlindungan aset yang dikelola lembaga sosial Islam, maupun perlindungan perjalanan ibadah dengan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.
Menurutnya, pengembangan produk asuransi syariah perlu mengikuti perubahan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Dia menyebut nilai tambahnya perlu terlihat pada kesesuaian cakupan perlindungan, kemudahan memahami produk, keterjangkauan kontribusi, serta layanan ketika peserta membutuhkan bantuan.
"Pengembangannya juga perlu memperhatikan kelayakan risiko dan kesinambungan dana peserta," tuturnya.
Baca Juga: Jasindo Syariah Beberkan Tantangan Dalam Meningkatkan Pangsa Aset Syariah
Bagi Jasindo Syariah, Wahyudi menerangkan arah pengembangan tersebut juga mencakup pemanfaatan teknologi dan kanal digital untuk memperluas penetrasi pasar. Melalui akses yang makin mudah dan layanan yang lebih praktis, dia bilang Jasindo Syariah berupaya mendekatkan perlindungan syariah kepada masyarakat, termasuk segmen yang belum terjangkau secara optimal.
Dengan demikian, pengembangan produk dan layanan dapat tetap relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mempertahankan karakteristik dan prinsip syariahnya.
Hingga September 2026, Wahyudi menerangkan lini usaha asuransi kebakaran atau properti menjadi penyumbang kontribusi terbesar Jasindo Syariah. Dia bilang capaian tersebut sejalan dengan fokus pengembangan bisnis perusahaan pada empat pilar utama, yaitu asuransi kendaraan bermotor, asuransi aneka, asuransi kebakaran atau properti, serta asuransi pengangkutan barang atau cargo.
Wahyudi menyampaikan penguatan keempat pilar tersebut terus dilakukan dengan memperhatikan potensi pasar, keseimbangan portofolio, serta kualitas risiko untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Jasindo Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp 186,46 miliar per September 2026. Adapun beban klaim yang dibukukan sebesar Rp 91,47 miliar.
Baca Juga: Persaingan Makin Ketat, Asuransi Jasindo Syariah Perkuat Strategi Bisnis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














