kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Allianz Syariah Sebut Ketidakpastian Ekonomi Berdampak ke Industri Asuransi Syariah


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:34 WIB
Allianz Syariah Sebut Ketidakpastian Ekonomi Berdampak ke Industri Asuransi Syariah
ILUSTRASI. Elmie Bin Aman Najas (Dok/Allianz)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) menilai ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global secara umum dapat memberikan tekanan terhadap industri asuransi syariah. 

Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie Najas mengatakan salah satu lini yang bisa terdampak adalah asuransi kesehatan. Dalam konteks kesehatan, dia menyebut salah satu faktor yang terus menjadi perhatian adalah tren inflasi medis yang masih berlangsung, ditandai dengan meningkatnya biaya layanan kesehatan, obat-obatan, hingga tindakan medis dari tahun ke tahun. 

"Selain itu, dinamika overutilization maupun overtreatment layanan kesehatan juga berpotensi mendorong kenaikan angka klaim di industri," katanya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

Meski demikian, Allianz Syariah memandang kondisi itu secara hati-hati dan terukur melalui pengelolaan risiko yang berkelanjutan, serta pemantauan tren klaim secara berkala. Elmie menyampaikan pihaknya terus memperkuat tata kelola klaim dan bekerja sama dengan jaringan layanan kesehatan untuk memastikan klaim yang dibayarkan tetap sesuai kebutuhan medis yang tepat, wajar, dan berkualitas.

Baca Juga: Allianz Syariah dan Maybank Indonesia Luncurkan MyProtection Amanah

Sebagai bagian dari langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan klaim, Elmie menerangkan Allianz Syariah juga melakukan pemantauan terhadap kecukupan ana Tabarru’ secara berkesinambungan untuk menjaga keberlangsungan perlindungan seluruh peserta. Upaya itu dilakukan agar Dana Tabarru’ tetap sehat dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal dalam memberikan perlindungan bersama. 

"Hal itu sesuai dengan prinsip ta’awun atau tolong-menolong antarpeserta, yang mana pengelolaan dana dilakukan untuk menjaga keberlangsungan perlindungan bersama secara adil dan berkelanjutan," tuturnya.

Elmie mengatakan hal itu sejalan dengan komitmen Maqasid Syariah yang tidak hanya berfokus pada perlindungan finansial, tetapi juga menjaga kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi seluruh peserta.

Baca Juga: Allianz Syariah Catat Kontribusi Rp 186 Miliar di Awal 2026

Melalui pendekatan tersebut, dia menyebut Allianz Syariah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan dana peserta, kualitas perlindungan, dan nilai kebersamaan dalam ekosistem asuransi syariah. Dengan demikian, peserta dapat tetap memperoleh manfaat perlindungan yang optimal di tengah tantangan ekonomi dan kesehatan yang terus berkembang.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Allianz Syariah mencatatkan pendapatan kontribusi gabungan sebesar Rp 766,79 miliar. Adapun klaim bruto tercatat sebesar Rp 306,01 miliar per April 2026. 

Baca Juga: Allianz Life Syariah Luncurkan AlliSya CI Hasanah, Proteksi 77 Penyakit Kritis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×