kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Prudential Syariah Siapkan Strategi Tangkap Peluang Asuransi Haji dan Umrah


Senin, 27 April 2026 / 17:32 WIB
Prudential Syariah Siapkan Strategi Tangkap Peluang Asuransi Haji dan Umrah
ILUSTRASI. Prudential Syariah Rayakan Milad Ketiga dengan Peningkatan Layanan (Dok/Prudential Syariah)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyiapkan sejumlah strategi untuk menangkap peluang dari meningkatnya minat masyarakat menjalankan ibadah haji dan umrah tahun ini.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, pihaknya menitikberatkan strategi pada penyediaan perlindungan yang relevan dengan perjalanan ibadah haji yang panjang, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Periode haji merupakan momen spiritual penting, sehingga proteksi menjadi bagian dari ikhtiar agar jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang,” ujar Vivin kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Bisnis Payroll BPD DIY Kelola 79 Ribu Lebih Gaji ASN Daerah

Ia menjelaskan, Prudential Syariah menghadirkan solusi seperti PRUSafar Plan yang mengombinasikan perencanaan dana perjalanan dengan perlindungan jiwa. Produk ini juga dilengkapi fitur seperti badal haji dan tambahan masa perlindungan sesuai ketentuan polis.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat edukasi dan literasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal digital. Langkah ini dilakukan agar calon jemaah memahami risiko perjalanan ibadah serta pentingnya proteksi berbasis syariah.

Di sisi distribusi, Prudential Syariah mengoptimalkan kanal agency dan bancassurance guna memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan. Perusahaan juga menerapkan strategi pengelolaan risiko secara prudent di tengah dinamika global.

Lebih lanjut, Vivin menyebutkan bahwa tren kebutuhan proteksi perjalanan ibadah menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah pendaftar haji.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah pendaftar haji hingga 2025 telah mencapai sekitar 5,7 juta orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat sekaligus membuka peluang bagi industri asuransi syariah.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Prudential Syariah menyediakan sejumlah produk, antara lain PRUAnugerah Syariah melalui kanal agency yang menawarkan santunan meninggal dunia hingga perlindungan tambahan saat periode haji dan umrah.

Baca Juga: Hana Bank dan Sucor AS Perluas Akses Investasi Reksa Dana

Sementara melalui kanal bancassurance dengan Bank Syariah Indonesia, perseroan menawarkan PRUSafar Plan yang membantu perencanaan biaya perjalanan ibadah sekaligus memberikan perlindungan jiwa.

Adapun terkait kerja sama dengan travel agent atau penyelenggara ibadah, Prudential Syariah melihat segmen tersebut sebagai bagian dari ekosistem yang potensial. Meski demikian, perseroan tetap mengedepankan strategi multikanal agar akses proteksi tetap luas, termasuk bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan secara mandiri.

“Saat ini, Prudential Syariah menerapkan strategi multikanal agar akses proteksi tetap luas melalui bancassurance dan kanal lainnya, sehingga masyarakat yang memilih jalur lebih mandiri tetap dapat memperoleh perlindungan sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Ke depan, Prudential Syariah memandang segmen perlindungan haji dan umrah masih memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh tingginya minat masyarakat serta semakin kuatnya ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

“Fokus kami adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memperluas akses dan meningkatkan literasi, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya proteksi sebagai bagian dari persiapan ibadah,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan syariah mencapai Rp 3.131 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,61% secara tahunan. Sementara itu, aset industri keuangan non-bank (IKNB) syariah tercatat sebesar Rp 188 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga: Dikejar Aturan Free Float 15%, Ini Respons Superbank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×