kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jelang Tenggat Spin-Off 2026, AASI Bekali Peserta Hadapi Fit and Proper Test


Senin, 22 Juni 2026 / 17:59 WIB
Jelang Tenggat Spin-Off 2026, AASI Bekali Peserta Hadapi Fit and Proper Test
ILUSTRASI. Menargetkan Akselerasi Industri Asuransi Jiwa Syariah, AASI Luncurkan Cetak Biru Asuransi Jiwa Syari (Dok/Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI))


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menggelar workshop persiapan fit and proper test bagi perusahaan anggota menjelang tenggat pemisahan unit usaha syariah (spin-off) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2023 yang ditargetkan rampung pada 2026.

Ketua Umum AASI, Fauzi Arfan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapan perusahaan anggota dalam menghadapi proses penilaian regulator selama tahapan spin-off.

“Ke depan, AASI akan terus mendorong kesiapan perusahaan anggota, khususnya dalam menghadapi proses penilaian regulator, agar tahapan spin-off dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Fauzi dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Asuransi yang Spin Off UUS Dengan Mendirikan Perusahaan Baru Berkurang, Ini Kata AASI

Workshop tersebut diikuti 51 peserta dari 11 perusahaan anggota AASI. Peserta terdiri dari calon direksi, calon komisaris, calon kepala audit internal, calon aktuaris, hingga calon pemegang saham pengendali yang akan mengikuti fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari proses perizinan.

Untuk memberikan pembekalan, AASI menghadirkan sejumlah anggota Tim Penilai Kemampuan dan Kepatutan Perwakilan AASI di OJK, yakni Rudy Kamdani, At Yaltha, dan R. Arry Bagoes Wibowo.

Kepala Departemen Human Capital AASI, Mudzakir mengatakan, workshop tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai proses, materi, serta ekspektasi dalam penilaian kemampuan dan kepatutan oleh regulator.

“Workshop ini bukan jaminan kelulusan, melainkan bekal agar peserta lebih memahami proses, materi, serta ekspektasi dalam penilaian,” ujarnya.

AASI berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah berbagi pengalaman antarperusahaan anggota sekaligus membantu meningkatkan kesiapan industri asuransi syariah dalam menghadapi proses spin-off yang tengah berlangsung.

Baca Juga: AASI Sebut Peta Bisnis Asuransi Syariah Kian Dinamis Setelah Spin Off UUS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×