Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanal bancassurance menyumbang hampir 30% terhadap total pendapatan premi PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) di sepanjang 2025.
Presiden Direktur dan CEO BCA Life, Eva Agrayani, mengatakan total pendapatan premi perusahaan pada 2025 tercatat sebesar Rp 2 triliun, tumbuh 32,9% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 1,51 triliun. Dari capaian tersebut, hampir sepertiganya berasal dari kanal bancassurance melalui sinergi dengan Grup BCA.
"Hal ini mencerminkan kinerja pertumbuhan yang sangat baik di tengah dinamika industri asuransi jiwa," kata Eva kepada Kontan, Kamis (26/2/2026).
Menurut Eva, besarnya kontribusi itu sejalan dengan model bisnis BCA Life yang bertumpu pada kekuatan jaringan dan ekosistem Grup BCA dengan basis nasabah yang luas dan tingkat kepercayaan tinggi.
Baca Juga: Begini Strategi BCA Life Dorong Pertumbuhan Premi pada Tahun 2026
Meski secara industri premi dari kanal bancassurance mengalami penurunan secara tahunan, BCA Life menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh belum pulihnya daya beli masyarakat serta belum membaiknya penjualan produk unit link.
Ke depan, BCA Life menegaskan kanal bancassurance akan tetap menjadi pilar utama distribusi premi. BCA Life akan memperkuat kolaborasi dengan Grup BCA melalui pengembangan produk yang lebih relevan sesuai segmen nasabah, peningkatan kompetensi tenaga pemasar, serta optimalisasi pemanfaatan data dan teknologi.
Baca Juga: BCA Life Optimistis Prospek Asuransi Kesehatan Cerah Usai POJK Ekosistem Rampung
Lebih lanjut, BCA Life juga akan mendorong integrasi solusi perlindungan dengan ekosistem layanan keuangan Grup BCA guna mendukung perencanaan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, kontribusi kanal bancassurance diharapkan tetap solid dan berpotensi meningkat pada 2026.
Sebagai informasi, berdasarkan data terakhir Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi melalui kanal bancassurance pada Januari-September 2025 tercatat mencapai sebesar Rp 55,28 triliun. Secara tahunan, angka tersebut mengalami penurunan 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BCA Life Kelola Saham dengan Pendekatan Hati-hati
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













