kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

BCA Life Kelola Saham dengan Pendekatan Hati-hati


Selasa, 13 Januari 2026 / 12:36 WIB
BCA Life Kelola Saham dengan Pendekatan Hati-hati
ILUSTRASI. Donasi Sosial-CEO BCA Life Eva Agrayani Serahkan donasi di Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) masih melihat peluang pada pasar saham dan membuka ruang optimalisasi pada instrumen tersebut di sepanjang tahun 2026, meskipun pengelolaan investasi tetap dilakukan secara berhati-hati.

Presiden Direktur dan CEO BCA Life Eva Agrayani mengatakan, perbaikan fundamental emiten serta stabilitas ekonomi nasional menjadi dasar optimisme perusahaan terhadap pasar saham. Namun demikian, sebagai perusahaan asuransi jiwa, BCA Life tetap menempatkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana nasabah.

“Jadi bukan soal waswas, melainkan memastikan setiap keputusan investasi tetap selaras dengan profil kewajiban jangka panjang perusahaan,” ujar Eva kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: BCA Life Catat Hasil Investasi Rp 219,11 Miliar per November 2025, Naik 38%

Memasuki tahun ini, BCA Life menerapkan strategi yang tetap disiplin namun lebih adaptif. Perusahaan membuka ruang optimalisasi pada instrumen saham, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek berkelanjutan, sembari tetap menjaga porsi instrumen yang stabil.

“Di saat yang sama, kami tetap menjaga porsi instrumen yang stabil agar kinerja investasi perusahaan tetap konsisten dalam berbagai kondisi pasar,” tambahnya.

Untuk tahun ini, BCA Life menargetkan hasil investasi yang positif dengan pertumbuhan sekitar 20%. Target tersebut diharapkan dapat mendukung komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah serta memenuhi kewajiban jangka panjang.

Baca Juga: Berikut Strategi BCA Life Kelola Investasi pada Akhir 2025

“Fokus kami bukan hanya pada pencapaian jangka pendek, tetapi pada kinerja investasi yang stabil, bertumbuh, dan mampu mendukung kewajiban perusahaan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hingga Oktober 2025, investasi industri asuransi jiwa masih didominasi oleh SBN sebesar Rp 231,86 triliun, jauh di atas penempatan pada saham yang mencapai senilai Rp 121,27 triliun.

Baca Juga: Begini Strategi BCA Life Dorong Pertumbuhan Premi pada Tahun 2026

Selanjutnya: Promo Superindo Weekday Hari Ini 13 Januari 2026, Diskon Ayam Hingga Kopi

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday Periode 13-15 Januari 2026, Baby Pakchoy Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×