kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45695,21   24,44   3.64%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kejagung jerat pasal korupsi ke Benny Tjokro di kasus Jiwasraya


Rabu, 15 Januari 2020 / 21:53 WIB
Kejagung jerat pasal korupsi ke Benny Tjokro di kasus Jiwasraya
ILUSTRASI. Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro. Benny Tjokro ditetapkan sebagai tersangka di kasus Jiwasraya karena melanggar pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Komisaris Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Asuransi Jiwasraya. Kini, Benny mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiono mengatakan, Benny Tjokro ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tidak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca Juga: Kejagung sita Mercy dan Harley Davidson milik Hendrisman Rahim

“Kami mengenakan tersangka berdasarkan bukti dari keterangan saksi-saksi, surat-surat dan para ahli. Saya kira yang normatif dulu (buktinya),” kata Hari di Jakarta, Rabu (15/1).

Benny tidak bisa dikenakan pasal perdata meskipun dia telah melunasi medium term notes (MTN) Hanson Internasional senilai Rp 680 miliar.

“Jika mereka berpendapat dikenakan pasal perdata, silakan saja. Tetapi penyidik kejaksaan menemukan dugaan tindak pinda korupsi,” kata Hari.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Kejagung masih melanjutkan proses penyidikan lanjutan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru.

Hal ini bertujuan untuk membuktikan unsur tidak pidana korupsi yang dikenakan ke Benny Tjokro.

Baca Juga: Harga saham-saham perusahaan milik Benny Tjokro sulit untuk naik




TERBARU

Close [X]
×