kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kejar target, BPJS Kesehatan gandeng Dukcapil

Jumat, 05 Januari 2018 / 18:19 WIB

Kejar target, BPJS Kesehatan gandeng Dukcapil

Infografik: BPJS Kesehatan


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk memudahkan calon peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) melakukan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Dalam kerja sama tersebut, BPJS Kesehatan akan memanfaatkan teknologi KTP-El (e-KTP). Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan untuk program JKN-KIS, KTP-El akan berfungsi untuk validitas data calon peserta.

"Juga dipergunakan untuk meng-update data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan,” kata Fachmi saat kunjungan kerja di Kantor BPJS Kesehatan Jakarta Selatan pada Jum'at (5/1).

Fachmi melanjutkan, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di KTP-El akan berfungsi sebagai keyword data kepesertaan tunggal untuk mencegah terjadinya duplikasi data dalam proses pendaftaran peserta JKN-KIS. Dengan demikian, akurasi data peserta lebih terjamin.

Selain itu, card reader di KTP-El akan dimanfaatkan untuk mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran baru. Calon peserta JKN-KIS cukup meletakkan KTP-El ke mesin card reader dan menekankan jari telunjuk ke pemindai, setelah itu data KTP-El di card reader akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan BPJS Kesehatan.

Pilot project pendaftaran JKN-KIS menggunakan KTP-El sudah berjalan sejak 21 Desember 2017. Di kantor cabang BPJS Kesehatan Jakarta Selatan, tercatat sudah 155 data pendaftar yang masuk menggunakan fasilitas KTP-El.

Fahmi berharap, di tahun 2018 seluruh kantor cabang BPJS Kesehatan sudah dilengkapi dengan card reader KTP-El. "Harapannya, optimalisasi pendataan NIK tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan akurasi data peserta JKN-KIS dan data kependudukan secara umum,” ujar Fahmi.

Sampai dengan 31 Desember 2017, jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 187 juta jiwa atau hampir mencapai 72,9% dari total penduduk Indonesia. Untuk mencapai Universal Health Coverage di 2019, BPJS Kesehatan harus menjangkau kepesertaan sebanyak 257,5 juta jiwa atau 95% dari total penduduk di Indonesia.

 



Reporter: Harry Muthahhari
Editor: Dessy Rosalina
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0461 || diagnostic_web = 0.3332

Close [X]
×