kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kelola Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), BSI Pastikan Likuiditas Tetap Solid


Jumat, 26 Juni 2026 / 16:30 WIB
Kelola Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), BSI Pastikan Likuiditas Tetap Solid
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan kondisi likuiditas perseroan tetap berada pada level yang kuat meski masih dipercaya pemerintah untuk mengelola dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, hingga saat ini perseroan masih ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai salah satu bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menerima penempatan dana SAL.

Menurutnya, dana tersebut tidak mengendap di perbankan, melainkan disalurkan kembali ke berbagai sektor riil dan sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Tarik SAL Rp 75 Triliun dari Bank Pelat Merah, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya

"Saat ini BSI masih ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai salah satu bank Himbara yang mengelola dana SAL. Dana tersebut disalurkan ke dalam pembiayaan di berbagai sektor riil dan sektor produktif lainnya yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Wisnu kepada kontan.co.id, Jumat (26/6/2026).

Wisnu menegaskan, pengelolaan dana SAL dilakukan sesuai amanah pemerintah dan ketentuan yang berlaku. Perseroan juga memastikan penggunaan dana tersebut tetap mengacu pada perjanjian penempatan dana yang telah disepakati dengan Kementerian Keuangan.

 

"Penempatan dana tersebut dikelola dengan baik sesuai dengan amanah Kementerian Keuangan dan telah sesuai dengan perjanjian penempatan dana serta ketentuan yang berlaku," katanya.

Di tengah dinamika likuiditas industri perbankan, BSI memastikan posisi likuiditas masih memadai untuk mendukung ekspansi pembiayaan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tarik Rp75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Alihkan ke Belanja Rutin

Hal itu tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap kuat. Hingga April 2026, DPK BSI mencapai Rp 382 triliun atau tumbuh 17,9% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh dana murah. Tabungan tercatat menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp 165 triliun atau tumbuh 22,02% yoy. Setelah itu disusul oleh deposito dan giro.

Dengan struktur pendanaan tersebut, rasio current account saving account (CASA) BSI mencapai 63,48%.

"Kami memastikan likuiditas Bank Syariah Indonesia berada pada posisi ample dan solid. Tercermin dari sisi DPK per April 2026 mencapai Rp 382 triliun atau tumbuh 17,90% yoy yang didominasi tabungan mencapai Rp 165 triliun, tumbuh 22,02% yoy," jelas Wisnu.

Baca Juga: Dana SAL Mulai Ditarik Lagi, Likuiditas Bank Tetap Solid

Tingginya porsi CASA dinilai menjadi modal penting bagi BSI dalam menjaga biaya dana tetap kompetitif sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×