Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, namun tetap memperhatikan kualitas kredit. Strategi ekspansi yang selektif menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat sekaligus menekan risiko pembiayaan bermasalah.
PT Bank Hibank Indonesia (hibank) misalnya, mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit setelah bergabung dengan BNI Group. Portofolio kredit hibank meningkat 301,1% dari Rp 3,16 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 12,68 triliun per Juni 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat 155,1%, dari Rp 1,05 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 2,69 triliun pada Juni 2026.
Hingga saat ini, hibank telah menjangkau lebih dari 34.500 pelaku UMKM melalui jaringan layanan digital dan pengembangan ekosistem.
Direktur Keuangan hibank, Ricky Budiono mengatakan, perusahaan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan dalam menjalankan ekspansi bisnis.
"Pertumbuhan berkualitas jauh lebih penting dibandingkan pertumbuhan semata. Maka, hibank tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan dengan mengedepankan manajemen risiko yang kuat," kata Ricky dalam keterangan, akhir pekan lalu.
Baca Juga: El Nino Mengancam Program Asuransi Usaha Tani Padi
Menurut Ricky, strategi tersebut untuk menjaga kualitas aset sekaligus memastikan pembiayaan kepada sektor UMKM dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Di tengah pertumbuhan kredit tersebut, hibank mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,16%. Sementara NPL net berada di level 0,69% per Juni 2026.
Pengembangan bisnis UMKM juga dibarengi dengan transformasi layanan digital. hibank telah meluncurkan aplikasi hi by hibank pada 2025 yang antara lain ditujukan untuk membantu pelaku UMKM mengakses layanan keuangan dan mengelola kegiatan usahanya.
Ke depan, hibank akan memperkuat pemanfaatan teknologi keuangan, solusi pembiayaan, serta literasi keuangan untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
Bank ini memasuki usia ke-33 pada 28 Juli 2026. Berdiri pada 1993 dengan nama Bank Mayora sebelum BNI mengakuisisi saham mayoritas perusahaan pada Mei 2022.
Perusahaan kemudian berganti identitas menjadi PT Bank Hibank Indonesia pada 2023. Bergabungnya hibank ke dalam BNI Group turut memperkuat permodalan, teknologi, dan pengembangan bisnis perusahaan.
"Selama 33 tahun, hibank terus bertransformasi mengikuti perkembangan industri dan kebutuhan pelaku usaha. Bergabung dengan BNI Group menjadi momentum penting yang memperkuat fondasi kami, baik dari sisi tata kelola, kapabilitas digital, maupun inovasi layanan," ujar Ricky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
