kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kenaikan Yield SRBI Jadi Magnet Baru bagi Investasi Asuransi


Minggu, 10 Mei 2026 / 13:21 WIB
Kenaikan Yield SRBI Jadi Magnet Baru bagi Investasi Asuransi
ILUSTRASI. Obligasi Negara/SUN (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melakukan langkah proaktif untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari dampak ketidakpastian geopolitik, dengan menyesuaikan struktur suku bunga pasar melalui kenaikan imbal hasil atau yield instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan kenaikan yield SRBI dapat memberikan dampak signifikan terhadap penempatan investasi industri asuransi di instrumen tersebut. Dia bilang kondisi itu juga menjadikan instrumen SRBI makin menarik bagi investor nonbank, termasuk industri asuransi.

Oleh karena itu, Irvan berpendapat industri asuransi sangat berpotensi untuk meningkatkan kembali porsi investasi pada instrumen SRBI pada 2026. 

"Khususnya, didorong oleh daya tarik imbal hasil yang meningkat, keamanan instrumen, dan kebutuhan manajemen likuiditas," katanya kepada Kontan, Minggu (10/5).

Baca Juga: Tiga Petinggi KoinP2P Ditahan Kejati DKI Terkait Dugaan Korupsi, Ini Kata OJK

Lebih lanjut, Irvan menyampaikan penempatan investasi di SRBI memberikan beberapa kelebihan signifikan bagi industri asuransi, terutama dalam hal pengelolaan aset dan liabilitas. Dia menjelaskan kelebihan utamanya, yakni memiliki risiko yang rendah.

"SRBI adalah instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, menjadikannya salah satu instrumen investasi paling aman dengan risiko gagal bayar yang sangat rendah," tuturnya.

Selain itu, Irvan mengatakan SRBI memiliki kelebihan imbal hasil yang kompetitif. Dia bilang SRBI menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi, dengan rata-rata akumulasi portofolio di kisaran 7%. Hal itu menjadikannya menarik, dibandingkan instrumen pasar uang lain atau obligasi tenor sejenis.

Sebagai instrumen pasar uang, dia bilang SRBI mudah diperjualbelikan, sehingga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan asuransi untuk mengelola arus kas atau cash flow dan kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Irvan menyebut SRBI juga bisa menjadi alternatif instrumen investasi yang efektif bagi industri asuransi untuk menempatkan dana, selain Surat Berharga Negara (SBN) atau deposito. Dengan imbal hasil yang menarik, SRBI juga membantu industri asuransi meningkatkan pendapatan investasi di tengah fluktuasi pasar. 

Dari sisi perusahaan asuransi, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) menyampaikan adanya kenaikan yield tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap penempatan investasi di SRBI.

"Ada kenaikan yield itu juga memberikan impact yang positif, bahwa yield kami bisa lebih baik, sehingga meningkatkan pendapatan," ungkap President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Jumat (8/5).

Albertus juga menyebut penempatan investasi Sun Life selalu mengedepankan matching dengan liability baik jangka waktu dan yield yang diasumsikan. Dia juga menjelaskan sejauh ini, alokasi investasi terbesar Sun Life masih berada di obligasi. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Sun Life mencatatkan jumlah investasi senilai Rp 11,34 triliun per Maret 2026. Adapun obligasi mendominasi portofolio investasi perusahaan dengan nilai mencapai Rp 5,60 triliun per Maret 2026, sedangkan penempatan di surat berharga yang diterbitkan BI sebesar Rp 19,06 miliar. 

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menguat, BBRI Melonjak Paling Tinggi dalam Sepekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×