kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.796   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.261   129,49   1,59%
  • KOMPAS100 1.167   21,32   1,86%
  • LQ45 839   9,12   1,10%
  • ISSI 295   6,79   2,35%
  • IDX30 435   3,71   0,86%
  • IDXHIDIV20 518   -0,38   -0,07%
  • IDX80 130   2,09   1,63%
  • IDXV30 142   1,13   0,80%
  • IDXQ30 140   -0,01   -0,01%

Kendati Krisis Laba Bank-Bank Besar Melonjak Tajam


Kamis, 30 Juli 2009 / 06:36 WIB
Kendati Krisis Laba Bank-Bank Besar Melonjak Tajam


Sumber: KONTAN | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hasil usaha sepanjang semester I-2009 menjelaskan mengapa bank lambat memotong bunga kredit. Dengan mempertahankan bunga kredit tinggi-tinggi, bank mencetak pertumbuhan laba. Terbukti pula, krisis tak berpengaruh pada perbankan kita.

Pendapatan bunga bersih itu menjadi sumber utama laba bank-bank papan atas selama semester I-2009. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), misalnya, meraup laba bersih Rp 3,3 triliun. Perolehan laba BCA di semester I-2009 naik 37,5% dibanding laba di periode yang sama tahun 2008 yang masih sebesar Rp 2,4 triliun.

Presiden Direktur BCA Djohan Emir Setijoso mengungkapkan, perolehan laba terutama berasal dari pendapatan bunga bersih. BCA juga meraih untung dari fee based income serta penggunaan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang baru sebesar 23%. "Jangan lupa, di periode yang sama tahun lalu, kami masih terkena tarif PPh sebesar 30%," katanya.

Bank besar lain yang juga menangguk untung adalah PT Bank Mandiri Tbk. Direktur Utama Mandiri Agus Martowardojo mengungkapkan, laba bersih Bank Mandiri semester I sebesar Rp 2,93 triliun. Bank Mandiri menikmati kenaikan laba sebesar 12,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. "Laba melonjak karena pendapatan bunga bersih tumbuh dari Rp 7 triliun di tahun lalu menjadi Rp 8,6 triliun di tahun ini,” kata Agus.

Pertumbuhan laba Bank Mandiri juga berasal dari pertumbuhan fee based income sebesar 36% dari Rp 1,9 triliun menjadi Rp 2,6 triliun.

PT Bank BNI Tbk. juga meraih laba yang cukup besar. Laba bersih BNI naik 176% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,2 triliun. Penyumbang laba adalah fee based income yang naik 24% dan pendapatan bunga bersih yang naik 21%.

BNI tetap memetik laba yang tinggi, kendati biaya pencadangan kredit bermasalah di tahun ini naik 118,5% dibandingkan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×