Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menilai kondisi ketidakpastian ekonomi dan tertekannya daya beli pada 2026 memberikan tantangan tersendiri bagi seluruh industri keuangan, tidak terkecuali bagi fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar).
Direktur Utama Samir Handy Juniandri menyebut kedua faktor itu dapat memberikan dampak terhadap kinerja pembiayaan perusahaan.
Handy menerangkan kondisi tersebut mendorong terjadinya pergeseran perilaku masyarakat yang kini menjadi jauh lebih selektif dalam memilih layanan keuangan.
Alhasil, dia memperkirakan masyarakat akan makin melirik fintech lending sebagai alat bantu dalam perekonomian.
"Di tengah situasi seperti itu, kehadiran Samir justru dapat menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, membantu kebutuhan darurat hingga menjaga arus kas di masa yang sulit bagi masyarakat dan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengakses pendanaan yang transparan dan mengedepankan perlindungan terhadap konsumen," katanya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Asuransi Takaful Keluarga Nilai Ketidakpastian Ekonomi Berpotensi Tingkatkan Klaim
Di sisi lain, Samir juga mewaspadai kualitas pembiayaan yang diberikan seiring adanya tantangan tersebut. Oleh karena itu, Samir menerapkan sejumlah strategi antisipasi agar kualitas pembiayaan tetap baik dan tidak meningkatkan kredit macet.
Dia bilang strateginya, yakni Samir akan berfokus memperkuat sistem manajemen risiko dan memperketat analisis credit scoring.
"Langkah mitigasi itu penting guna memastikan bahwa penyaluran pembiayaan tetap sehat, berkualitas, dan benar-benar memberikan dampak produktif bagi pengguna," ucapnya.
Sementara itu, Handy mengatakan kinerja penyaluran pembiayaan Samir sejak Januari 2026 hingga April 2026 tetap tumbuh stabil dan sudah mencapai 50% dari total penyaluran pembiayaan sepanjang 2025. Sayangnya, tak diungkapkan nilai yang dibukukan perusahaan.
Baca Juga: Allianz Syariah Sebut Ketidakpastian Ekonomi Berdampak ke Industri Asuransi Syariah
Berdasarkan situs resmi perusahaan, Samir mencatatkan angka tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 di level 3,26% per 10 Juni 2026. Angka tersebut masih berada jauh di bawah ketentuan OJK yang sebesar 5%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













