kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kian Kuat, CIMB Niaga Catat Dolar AS Paling Diminati dalam Memilih Simpanan Valas


Minggu, 09 Oktober 2022 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Digital Lounge CIMB Niaga Hadir di AEON Mall Tanjung Barat Nasabah mengganti Kartu ATM/Debit di Digital Lounge CIMB Niaga ke-38 di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta, Senin (3/1/2022).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kuatnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang lainnya semakin diburu masyarakat. Termasuk pada produk simpanan valuta asing (valas) di perbankan, baik tabungan, giro, hingga deposito.

PT CIMB Niaga mencatatkan dolar Amerika Serikat saat ini menjadi mata uang yang paling banyak dipilih oleh nasabah. Noviady Wahyudi, Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan mata uang lainnya yang mendominasi ialah euro dan dolar Singapura.

Bank bersandi saham BNGA ini telah menyesuaikan bunga simpanan untuk menangkap peluang penambahan simpanan Valas khususnya US$. Noviady menyatakan asalan penyesuaian ini sebagai bentuk assessment kondisi pasar di mana Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuan. 

“Dengan penyesuaian bunga simpanan Valas, kami berharap dapat menangkap peluang untuk penambahan simpanan Valas hingga akhir tahun ini,” ujar Noviady kepada Kontan.co.id pada Minggu (9/10). 

Baca Juga: Dana Murah Simpanan Valas BRI Naik 50% per Agustus

Ia menyatakan pada semester I 2022 DPK Valas CIMB Niaga tumbuh 7,0% secara tahunan alias year on year (YoY). Adapun jenis simpanan yang mengalami pertumbuhan terbesar datang dari deposito valas dengan 19,9% YoY.

Asal tahu saja, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memantau pada 22 Agustus hingga 16 September 2022 perkembangan suku bunga pasar SBP simpanan valas terpantau naik sebesar 20 bps menjadi sebesar 0,44%.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ini sebagai dampak ekspektasi kenaikan suku bunga kebijakan The Fed dan kondisi likuiditas valas dengan ruang lanjutan peningkatan cukup terbuka pasca FOMC September 2022.

Adapun data BI mencatatkan DPK valas perbankan mampu tumbuh 12,1% YoY menjadi Rp 1.049,6 triliun per Agustus 2022. Jauh lebih tinggi dari pertumbuhan DPK rupiah yang hanya naik 7,6% menjadi Rp 6.305,1 triliun pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×