kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Perbankan Kian Sulit Kejar Target, Pertumbuhan Kredit dan Laba Melambat


Senin, 01 Desember 2025 / 05:54 WIB
Perbankan Kian Sulit Kejar Target, Pertumbuhan Kredit dan Laba Melambat
ILUSTRASI. DPK Perbankan: Teller menghitung uang di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (11/8/2025). Kinerja perbankan nasional melambat hingga Oktober 2025. Simak pertumbuhan kredit dan laba, serta strategi bank hadapi tantangan ini.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja perbankan nasional sepanjang tahun ini menunjukkan tanda-tanda melambat. Sejumlah indikator memperlihatkan bahwa target pertumbuhan kredit dan laba semakin sulit tercapai, bahkan diperkirakan tidak akan sebaik capaian tahun lalu.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga Oktober 2025 pertumbuhan kredit perbankan hanya mencapai 7,36% secara tahunan. 

Angka ini jauh dari harapan pertumbuhan dua digit. Kondisi serupa terlihat pada sepuluh bank terbesar; hanya Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mampu mencatatkan kenaikan pembiayaan di atas 10%, masing-masing 11,08% dan 13,01%.

Baca Juga: Desember 2025: Tantangan Perbankan Kejar Target pada Akhir Tahun

Dari sisi profitabilitas, tren perlambatan juga muncul. Hanya BTN dan Danamon yang mampu membukukan pertumbuhan laba dua digit, yakni 13,73% dan 10,53%. 

Sementara beberapa bank besar justru mengalami penurunan laba, seperti Bank Mandiri yang turun 9,7% dan BNI yang merosot 6,35% pada periode Januari–Oktober 2025.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan perlambatan tersebut masih sesuai dengan target internal. “Kredit masih dalam perkiraan, tumbuh di kisaran 11,5% hingga 12%,” ujarnya kepada KONTAN. 

Ia menambahkan bahwa prospek kinerja Bank Mandiri tahun depan tidak jauh berbeda, namun tetap menargetkan pertumbuhan kredit dua digit.

BSI cukup percaya diri menutup tahun dengan kinerja solid. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai stimulus pemerintah dapat mendorong konsumsi, likuiditas, dan akses pembiayaan. 

Baca Juga: Target Penyaluran Kredit Direvisi, Perbankan Tetap Optimistis Catat Pertumbuhan Solid

BSI akan menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan produk berbasis emas dan haji, dengan bisnis emas yang kini menjadi pendorong utama kinerja.

Dari sisi pasar saham, analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat peluang pemulihan saham perbankan melalui momentum window dressing akhir tahun. 

Ia menilai saham-saham bank sudah tertekan sejak awal 2025 dan perbaikan kinerja menjelang penutupan tahun bisa menjadi katalis. Ia berharap perbankan segera mempercepat transmisi kebijakan moneter agar dorongan pertumbuhan lebih terasa.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Masih Lambat Hingga Mei, Terbuka Peluang Bank Revisi Target

Secara keseluruhan, pelaku industri sepakat bahwa tantangan perbankan tahun ini tidak ringan. Namun, sejumlah bank masih menjaga optimisme bahwa perbaikan sektor keuangan dan stimulus kebijakan dapat membantu mendorong pertumbuhan memasuki tahun depan.

Selanjutnya: Prediksi Harga Emas 2026: Ini Perkiraan Para Ahli

Menarik Dibaca: Promo Superindo Weekday 1-4 Desember 2025, Salak Pondoh-Wincheez Diskon hingga 45%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×