kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Klaim Asuransi Kecelakaan Diri Merosot 53,9% pada Kuartal I-2025


Selasa, 23 Juni 2026 / 15:47 WIB
Klaim Asuransi Kecelakaan Diri Merosot 53,9% pada Kuartal I-2025
ILUSTRASI. AAUI Sebut Penyusunan Produk Asuransi Khusus Fintech Lending Perlu Dilakukan Hati-hati (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Klaim lini personal accident atau asuransi kecelakaan diri di industri asuransi umum mencatat penurunan signifikan pada kuartal I-2026. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), klaim lini tersebut turun 53,9% secara tahunan (year on year/yoy).

Nilai klaim personal accident tercatat sebesar Rp110 miliar pada kuartal I-2026, turun dari Rp239 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan klaim yang lebih dalam dibandingkan premi membuat rasio klaim turun dari 21% menjadi 14%.

Mengenai hal ini, Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan bahwa penurunan klaim tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah frekuensi klaim yang relatif lebih terkendali pada periode tersebut.

Baca Juga: Pembiayaan Baru UMKM Adira Finance Capai Rp 2,9 triliun per April 2026

Selain itu, terdapat kemungkinan adanya faktor lag pelaporan klaim karena tidak semua kejadian langsung dilaporkan dan dibukukan pada kuartal yang sama.

“Ketiga, terdapat kemungkinan perbaikan seleksi risiko dan pengelolaan portofolio oleh perusahaan asuransi,” ujarnya kepada Kontan, Senin (19/6/2026).

Kendati demikian, Budi menilai masih diperlukan pemantauan terhadap perkembangan beberapa kuartal berikutnya untuk memastikan apakah tren penurunan klaim tersebut bersifat sementara atau sudah menjadi perubahan yang lebih struktural.

Sebagai informasi, pada periode yang sama premi lini personal accident juga mengalami penurunan. Berdasarkan data AAUI, premi lini tersebut turun 31,3% secara tahunan menjadi Rp786 miliar pada kuartal I-2026, dari Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut AAUI menilai kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kecelakaan diri masih tetap ada. Ke depan, prospek lini personal accident juga dinilai masih cukup baik seiring potensi pengembangan melalui kanal digital, affinity partnership, bancassurance, pembiayaan, hingga produk mikro dan embedded insurance.

“Prospek personal accident masih cukup baik karena produk ini relatif sederhana, terjangkau, dan relevan untuk masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga: Premi Personal Accident Asuransi Digital Bersama (YOII) Naik 30%, Ini Pendorongnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×