kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Koperasi produksi ternak berpotensi dapat pembiayaan LPDB KUMKM


Senin, 27 Juli 2020 / 18:08 WIB
Koperasi produksi ternak berpotensi dapat pembiayaan LPDB KUMKM
ILUSTRASI. Kunjungan Kemenkop dan UKM serta LPDB KUMKM ke peternak sapi di Lampung. Foto: DOK Kemenkop dan UKM

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berpotensi membiayai permodalan dana bergulir bagi Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera (MS) di Lampung.

Dirut LPDB-KUMKM Supomo menuturkan dari hasil dialog dengan para pengurus KPT MS Supomo menyebutkan bahwa ada dua hal yang menjadi kebutuhan koperasi, pertama kebutuhan akan ketersediaan pakan ternak dan kedua meningkatkan populasi sapi.

Baca Juga: Realisasi serapan program PEN untuk koperasi dan UMKM baru mencapai Rp 11,84 triliun

"Kami masih lihat-lihat dan survei terhadap eksistensi koperasinya. Kita juga masih menggali apa sebetulnya kebutuhan mereka. Dan mereka pun belum mengajukan proposal pembiayaan dana bergulir," kata Supomo dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Senin (27/7).

Supomo menambahkan perkuatan permodalan untuk para peternak sapi dapat meningkatkan populasi sapi, lebih tepat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara itu, LPDB-KUMKM, menurut Supomo, bisa memperkuat permodalan untuk pengadaan pakan ternak.

"Kalau peternak sapi beli pakan ternak sendiri-sendiri kurang efisien. Maka, bisa beli melalui koperasi. Di situ LPDB berpotensi untuk menggulirkan dana bergulir," jelas Supomo.

Ketua KPT Maju Sejahtera Jaya Suhadi mengungkapkan bahwa para anggotanya sangat ingin memiliki sapi secara kredit, hanya saja koperasi memiliki kesulitan permodalan.

"Koperasi yang membutuhkan sekitar 100 ekor sapi. Yang jika ditotalkan dalam rupiah berarti sebesar Rp2 miliar dengan masa tenor atau lamanya angsuran kredit selama 2-3 tahun," kata Jaya.

Jika dihitung, Jaya menjelaskan satu peternak akan membayar cicilan sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. Besaran cicilan tersebut terbilang tidak memberatkan peternak.

Baca Juga: Hingga 16 Juli, realisasi penyerapan PEN koperasi dan UKM capai Rp 10,24 triliun

Namun, kebutuhan 100 ekor sapi itu tidak serta merta langsung sejumlah itu, melainkan bertahap dengan rincian setiap bulan 20 ekor sapi.

"Satu peternak setidaknya harus memiliki 10-13 ekor sapi. Namun, saat ini, para peternak yang menjadi anggota koperasi baru memiliki 1-2 ekor sapi," ujar Jaya.

KPT MS adalah koperasi pembiakan sapi dengan skema bagi hasil, pengadaan dan perdagangan sapi, produksi dan penjualan pakan, pinjaman sapi dan penjualan produk limbah ternak.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×