Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Seluruh perbankan merasakan sulitnya menyalurkan kredit, tak terkecuali bank asing. Bahkan, beberapa bank asing membukukan pertumbuhan kredit minus, hingga Agustus 2016 lalu.
Data yang dirangkum KONTAN memperlihatkan, Hongkong Shanghai Banking Corporation (HSBC) Indonesia termasuk salah satu bank asing yang pertumbuhan kreditnya minus, yang berakibat jumlah outstanding kreditnya berkurang.
Dari laporan keuangan HSBC Indonesia per Agustus 2016 terlihat penyaluran kredit bank tersebut minus 22,40% jika dibandingkan setahun lalu. Akibatnya, outstanding kredit HSBC Indonesia saat ini menyusut menjadi Rp 49,97 triliun dari Agustus 2015 yang senilai Rp 64,40 triliun.
Kondisi serupa terjadi pada Standart Chartered Indonesia. Kredit bank ini turun 17,13% menjadi Rp 24,37 triliun per Agustus 2016 dari setahun lalu Rp 29,41 triliun.
Lea Kusumawijaya, Chief Financial Officer (CFO) Standart Chartered Indonesia mengatakan, pihaknya meyakini kredit masih bisa tumbuh di kuartal III dan IV, khususnya pada sektor komersial dan korporasi. Kata Lea, perlambatan penyaluran kredit tahun ini merupakan dampak dari perbaikan ekonomi yang belum secepat harapan.
"Kami masih optimistis dan sejauh ini mengusahakan pencapaian target pertumbuhan kredit sesuai dengan rencana bisnis bank," ujar Lea kepada KONTAN, Rabu (12/10).
Senada, Direktur Utama Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan, penyaluran kredit memang sedikit tertahan akibat langkah kehati-hatian bank menahan laju kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL). Hal itu masih ditambah kondisi ekonomi yang menunjukan tren perlambatan.
“Citibank berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, termasuk dalam pemberian kredit dan pinjaman,” ujar Batara kepada KONTAN, Selasa (11/10).
Merujuk laporan keuangan Citibank bulan Agustus 2016, bank ini membukukan pertumbuhan kredit minus 6,13% menjadi Rp 38,344 triliun dari Rp 40,85 triliun. Tahun ini, Citibank menargetkan pertumbuhan kredit sesuai prediksi Bank Indonesia secara industri di kisaran 7%–9%.
Jika dilihat secara umum. Statistik Perbankan Indonesia (SPI) hingga bulan Juli 2016, penyaluran kredit bank asing menyusut 8,9% menjadi total Rp 283,62 triliun. Sebagai perbandingan, total kredit perbankan meningkat 7,57% dari Rp 3.868,14 triliun menjadi Rp 4.161,19 triliun.
Adapun, kredit bank BUMN per Juli 2016 tumbuh 14,83% menjadi Rp 1.613,62 triliun. Beberapa waktu lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan, kredit yang terkait kegiatan produksi dan yang berhubungan dengan itu memang tengah melesu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News