kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Kredit Bank Makin Kencang, Tembus Rp9.019 Triliun pada Agustus 2026


Kamis, 24 September 2026 / 17:38 WIB
Kredit Bank Makin Kencang, Tembus Rp9.019 Triliun pada Agustus 2026
ILUSTRASI. Penyaluran kredit perbankan Indonesia kembali mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi pada Agustus 2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan Indonesia kembali mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi pada Agustus 2026. Peningkatan terutama berasal dari kredit kepada korporasi serta pembiayaan untuk kebutuhan investasi dan sektor-sektor produktif.

Bank Indonesia (BI) mencatat total kredit perbankan pada Agustus 2026 mencapai Rp9.019,3 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,3% secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang sebesar 13,0%.

Berdasarkan data uang beredar BI yang dipublikasikan pada Kamis (24/9), akselerasi kredit perbankan terutama didorong oleh peningkatan penyaluran kepada debitur korporasi.

Kredit korporasi pada Agustus 2026 tumbuh 21,6% yoy. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 20,9%.

Baca Juga: DPK Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 7,7%, Tabungan Jadi Penopang Utama

Kredit modal kerja dan investasi

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 terutama ditopang oleh kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI).

Kredit modal kerja tumbuh 12,3% yoy pada Agustus 2026, meningkat dari pertumbuhan 11,6% pada Juli 2026.

Peningkatan kredit modal kerja tersebut antara lain didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor pertambangan dan penggalian, perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi.

Sementara itu, kredit investasi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada Agustus 2026, kredit investasi tumbuh 23,4% yoy, naik tipis dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 23,1%.

Pertumbuhan kredit investasi terutama didorong oleh peningkatan penyaluran kepada sektor konstruksi dan jasa-jasa.

Kredit konsumsi melambat

Berbeda dengan kredit korporasi dan investasi, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada Agustus 2026 justru mengalami perlambatan.

Kredit konsumsi tumbuh 5,0% yoy pada Agustus 2026, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli yang mencapai 5,3%.

Baca Juga: Multifinance Perketat Pembiayaan UMKM di Tengah Risiko Kredit yang Tinggi

Perlambatan kredit konsumsi dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna.

KPR tumbuh 4,2% yoy pada Agustus 2026, sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 4,3% pada Juli.

Kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi sebesar 10,3%. Kontraksi tersebut lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 10,0%.

Sementara itu, kredit multiguna tumbuh 7,2% yoy pada Agustus 2026, melambat dari pertumbuhan Juli yang mencapai 7,6%.

Kredit properti tetap tumbuh tinggi

Meski kredit konsumsi mengalami perlambatan, penyaluran kredit ke sektor properti masih mencatat pertumbuhan yang tinggi.

Pada Agustus 2026, kredit properti tumbuh 18,3% yoy. Pertumbuhan tersebut hanya sedikit lebih rendah dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 18,4%.

Kredit properti terdiri atas kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang tumbuh 4,2%. Kemudian, kredit konstruksi tumbuh 49,5%, sedangkan kredit real estat tumbuh 15,8%.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Hapus Buku LKM, Aslindo Harap Kredit Bermasalah Turun

Kredit UMKM mulai akselerasi

Di sisi lain, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan.

Kredit UMKM pada Agustus 2026 tumbuh 2,3% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang sebesar 1,6%.

Akselerasi terjadi pada seluruh skala usaha. Kredit usaha mikro tumbuh 2,6% yoy pada Agustus, naik dari 2,1% pada Juli.

Kredit usaha kecil juga meningkat dengan pertumbuhan 1,0% yoy, dibandingkan 0,7% pada bulan sebelumnya. Sementara kredit usaha menengah tumbuh 3,8%, meningkat signifikan dari 2,0% pada Juli.

Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh 14,9% yoy pada Agustus 2026.

Sementara itu, kredit modal kerja UMKM mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih mengalami kontraksi sebesar 3,1% yoy pada Agustus 2026.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 masih terutama ditopang oleh segmen korporasi, kredit investasi, serta penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor produktif. Di sisi lain, pertumbuhan kredit konsumsi bergerak lebih terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×