Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menilai implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan bisnis perseroan.
Hingga Mei 2026, pembiayaan emiten dengan kode saham BRIS ini tumbuh 14,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 335 triliun, sementara jumlah nasabah telah tembus 24 juta dalam lima tahun terakhir.
Dari sisi bisnis, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp 77,06 triliun hingga Mei 2026 atau sekitar 23% dari total pembiayaan.
Baca Juga: Setelah Jadi BUMN, Bank Syariah Indonesia (BSI) Mulai Siapkan Langkah Jadi KBMI 4
Perseroan menyebut pembiayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas pembiayaan yang sehat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengatakan, penerapan ESG kini tidak lagi sebatas memenuhi ketentuan regulator, tetapi telah menjadi salah satu strategi utama perseroan dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Implementasi ESG bukan lagi sekadar compliance, tetapi telah menjadi salah satu fundamental strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai perusahaan secara berkelanjutan," ujar Bob dalam siaran pers, Jumat (24/7/2026).
Menurut Bob, BSI mengintegrasikan ESG dengan prinsip maqashid syariah, sehingga mampu menggabungkan aspek bisnis, sosial, spiritual, dan lingkungan dalam satu strategi pertumbuhan perusahaan.
Saat ini, strategi keberlanjutan BSI dijalankan melalui tiga peran utama ESG, yakni sebagai pemenuhan regulasi (regulatory compliance), pendorong manfaat komersial (commercial benefit), dan pencipta nilai (value creation).
"ESG telah bergeser dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi growth driver yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan, inovasi produk, transformasi operasional, dan penguatan ekosistem syariah," kata Bob.
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Tebar Promo di Garuda Umrah Travel Fair (GUTF) 2026
Ia menambahkan, strategi tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking, yang menjadi landasan implementasi ESG di seluruh lini bisnis perseroan.
Pada aspek operasional, BSI juga terus memperkuat implementasi ESG melalui pembangunan gedung ramah lingkungan, pemanfaatan panel surya di jaringan kantor, penggunaan kendaraan listrik operasional, pemasangan reverse vending machine, hingga pengembangan platform Digital Carbon Tracking untuk meningkatkan transparansi pengelolaan emisi karbon.
Sementara pada aspek sosial, BSI menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebesar Rp320,8 miliar hingga Maret 2026.
Dana tersebut disalurkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, serta dakwah dan advokasi.
Baca Juga: Begini Siasat Permata Bank Syariah Bidik Aset Rp 50 Triliun untuk Spin Off
Perseroan juga meluncurkan Green Zakat Framework, yang menghubungkan program pemberdayaan masyarakat dengan pelestarian lingkungan, termasuk melalui program BSI Waste Management berbasis ekonomi sirkular.
Konsistensi tersebut turut mengantarkan BSI meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain The World's Best Islamic Bank for ESG, Asia's Best Islamic Bank for ESG, dan Indonesia's Best Islamic Bank for ESG dalam Euromoney Islamic Finance Awards 2025.
Ke depan, BSI meyakini implementasi ESG akan terus menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan bisnis, memperkuat daya saing global, memperluas inklusi keuangan syariah, serta menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














