kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Melonjak 30,8% per Februari 2026


Selasa, 07 April 2026 / 15:12 WIB
Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Melonjak 30,8% per Februari 2026
ILUSTRASI. Bank Mandiri mengumumkan lonjakan kredit infrastruktur 30,8% hingga Februari 2026. Ini dampak positifnya bagi ekonomi nasional! (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Mandiri terus memperkuat perannya dalam pembiayaan pembangunan nasional. Hingga Februari 2026, kredit infrastruktur bank pelat merah ini tercatat tumbuh 30,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengungkapkan, total kredit infrastruktur Bank Mandiri mencapai Rp 491,63 triliun per Februari 2026, meningkat dari Rp 375,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Riduan bilang pertumbuhan tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Perbanas Beberkan Penghematan Bank Jika Pungutan OJK Dihapus

Ia menambahkan, pembiayaan infrastruktur menjadi kunci dalam memperkuat konektivitas, mendorong aktivitas ekonomi, serta membuka peluang usaha di berbagai daerah.

Secara rinci, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai kredit mencapai Rp 118,03 triliun atau tumbuh 18,45% yoy. Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 178,19% yoy menjadi Rp 85,84 triliun.

Di sisi lain, kredit pada subsektor jalan meningkat 11,08% yoy menjadi Rp 54,84 triliun. Adapun pembiayaan di sektor telematika juga tumbuh 12,61% yoy menjadi Rp 44,34 triliun.

Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi, energi, kelistrikan, hingga perumahan rakyat dan fasilitas kota. Proyek yang dibiayai antara lain pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api.

Baca Juga: OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan, Tekankan Mitigasi Risiko Reputasi

Menurutnya, hal ini menunjukkan sinergi antara sektor keuangan dan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional.

Ke depan, Bank Mandiri melihat prospek pembiayaan infrastruktur masih positif, seiring berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bank juga akan terus memperkuat perannya melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan, guna mendukung pembangunan ekonomi yang lebih merata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×