Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mewaspadai potensi peningkatan klaim asuransi seiring fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026. Risiko iklim tersebut dinilai dapat berdampak signifikan, khususnya pada lini bisnis yang berkaitan langsung dengan kondisi cuaca, seperti asuransi pertanian.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan, kekeringan berkepanjangan akibat El Nino berpotensi meningkatkan risiko gagal panen. Kondisi ini pada akhirnya dapat mendorong kenaikan klaim, terutama pada produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Fenomena El Nino menjadi salah satu risiko iklim yang perlu diantisipasi secara serius oleh industri asuransi umum, khususnya yang memiliki eksposur terhadap sektor pertanian,” ujar Brellian kepada Kontan, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: BTN Batal Akuisisi Asuransi di Tahun Ini, Simak Alasannya
Dalam mengantisipasi potensi lonjakan klaim tersebut, Jasindo telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut antara lain melalui penguatan manajemen risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian, termasuk peningkatan cadangan teknis dan optimalisasi program reasuransi.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat kualitas underwriting dan manajemen klaim agar tetap responsif terhadap dinamika risiko yang berkembang.
Khusus pada lini asuransi pertanian, Jasindo melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak El Nino.
"Melalui pemetaan dan profiling risiko, monitoring portofolio secara berkala, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah," lanjutnya.
Baca Juga: Kinerja Perbankan Februari 2026 Tumbuh Positif, Risiko dan Likuiditas Terjaga
Di sisi lain, Jasindo juga mendorong upaya mitigasi melalui edukasi kepada petani terkait pola tanam adaptif dan pengelolaan risiko pertanian guna meminimalkan potensi kerugian.
Lebih lanjut, Brellian menyebutkan bahwa fenomena iklim ekstrem seperti El Nino juga menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan produk dan strategi bisnis perusahaan. Hal ini mencakup aspek desain perlindungan, penetapan premi, hingga penguatan skema mitigasi risiko.
Meski demikian, Jasindo memastikan tetap menjaga keseimbangan antara pengelolaan risiko dengan prinsip keberlanjutan, khususnya bagi sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional.
Dari sisi portofolio, lini bisnis yang berkaitan dengan risiko iklim, termasuk asuransi pertanian, masih memberikan kontribusi yang terkelola dalam struktur bisnis Jasindo. Dengan demikian, potensi risiko yang muncul dinilai masih dapat diantisipasi melalui diversifikasi bisnis dan penguatan manajemen risiko secara menyeluruh.
Baca Juga: Pembiayaan Modal Ventura Tumbuh Tipis per Februari 2026, OJK Soroti Ini
Secara industri, Jasindo memandang penguatan kolaborasi antara perusahaan asuransi, reasuransi, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Dukungan data yang lebih akurat serta pemetaan wilayah yang komprehensif diharapkan dapat memperkuat peran industri asuransi dalam menjaga ketahanan ekonomi, khususnya pada sektor yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













