kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit Macet Sejumlah Perbankan Syariah Meningkat di Semester I-2025


Senin, 18 Agustus 2025 / 17:45 WIB
Diperbarui Selasa, 19 Agustus 2025 / 09:38 WIB
Kredit Macet Sejumlah Perbankan Syariah Meningkat di Semester I-2025
ILUSTRASI. Transaksi Digital: Nasabah memanfaatkan aplikasi perbankan untuk bertransaksi di Jakarta, Senin (4/8/2025). Sejumlah perbankan syariah mencatatkan pembengkakan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) atau kredit macet di Semester I-2025.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

PT Bank Muamalat juga terlihat mencatatkan kenaikan NPF di semester I-2025 menjadi 3,90% dari 2,25% pada periode sama tahun sebelumnya.

Komisaris Bank Muamalat, Andre Mirza Hartawan mengatakan, hal itu disebabkan oleh penurunan pembiayaan yang menyebabkan rasio NPF baik gross maupun net mengalami peningkatan.

Terlihat total pembiayaan Bank Muamalat menurun tajam sebesar 16,03% yoy pada semester I-2025 menjadi Rp 17,46 triliun. 

Baca Juga: Bank Indonesia dan Muhammadiyah Perkuat Pengembangan Ekonomi Syariah

"Ke depan dengan terus tumbuhnya pembiayaan pada fokus yang tepat diharapkan dapat meningkatkan aset berkualitas secara signifikan, profitabilitas yang berkelanjutan, serta posisi permodalan yang stabil," ucapnya.

Bank syariah lain yang turut mencatatkan kenaikan NPF di semester I-2025 ada PT Bank BTPN Syariah naik menjadi 3,14% dari 3,05% di periode sama tahun sebelumnya.

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga juga mencatatkan kenaikan NPF menjadi 2,08% dari 1,40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×