kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kredit menganggur yang belum ditarik sektor swasta berpeluang turun


Rabu, 28 Maret 2018 / 20:01 WIB
ILUSTRASI. Bank Mayapada


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bank optimistis, seiring dengan meningkatkan pertumbuhan kredit di semester II-2018, penarikan kredit oleh debitur swasta akan mengalami kenaikan.

Seperti diketahui, pertumbuhan kredit Februari 2018 baru sebesar 8% secara tahunan atau year on year (yoy). Di awal tahun, penarikan kredit debitur swasta masih belum terlalu besar.

Hal ini menyebabkan undisbursment loan atau kredit yang belum ditarik masih cukup tinggi. Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada bilang saat ini kredit yang belum ditarik sebesar 5%-9% dari total kredit.

"Kredit yang belum ditarik ada di hampir semua sektor atau segmen kredit," kata Haryono kepada kontan.co.id, Rabu (28/3). Menurut Haryono saat ini kredit yang belum ditarik di Bank Mayapada mayoritas berasal debitur swasta.

Pada kuartal I 2018, sikulus penyaluran kredit bank sejatinya agak pelan. Diharapkan, penarikan kredit di kuartal berikutnya sudah mulai kencang.

Paul Sutaryono, Pengamat Perbankan bilang sampai akhir 2018 diperkirakan penyaluran kredit konsumsi, modal kerja dan investasi akan mengalami kenaikan.

"Apalagi kredit konsumsi, yang sensitif terhadap suku bunga," kata Paul kepada kontan.co.id, Kamis (28/3). JIka suku bunga konsumsi seperti KPR turun, maka akan sangat mempengaruhi permintaan kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×