kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit mikro komersial bank melambat, ini penjelasannya


Selasa, 30 Januari 2018 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Suku bunga KUR


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit mikro komersial perbankan pada tahun lalu mengalami perlambatan. Hal ini berdasarkan data regulator sampai September 2017.

Aslan Lubis, Analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK mencatat pertumbuhan kredit UMKM bank di bank swasta maupun bank lain lebih lambat dibanding pertumbuhan kredit secara total.

"Ini akibat kondisi ekonomi yang masih belum cukup menggembirakan khususnya sektor UMKM," kata Aslan kepada kontan.co.id, Selasa (30/1).

OJK menekankan, berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan tidak terlihat bisnis mikro bank non penyalur KUR tergerus.

Sebelumnya beberapa bank mengakui adanya kredit usaha rakyat (KUR) pemerintah sejak tahun 2017 lalu telah mempengaruhi bisnis kredit mikronya. Pengaruh terbesar ada pada kredit mikro dengan plafon di bawah Rp 25 juta.

Seperti diketahui, bunga KUR mikro pemerintah pada 2017 lalu sebesar 9% jauh lebih rendah dibanding bunga kredit mikro komersial yaitu mencapai 18%-19%. Rendahnya bunga KUR ini karena pemerintah memberikan subsidi bunga yang berasal dari APBN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×