kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kredit mikro komersial bank melambat, ini penjelasannya


Selasa, 30 Januari 2018 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Suku bunga KUR


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit mikro komersial perbankan pada tahun lalu mengalami perlambatan. Hal ini berdasarkan data regulator sampai September 2017.

Aslan Lubis, Analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK mencatat pertumbuhan kredit UMKM bank di bank swasta maupun bank lain lebih lambat dibanding pertumbuhan kredit secara total.

"Ini akibat kondisi ekonomi yang masih belum cukup menggembirakan khususnya sektor UMKM," kata Aslan kepada kontan.co.id, Selasa (30/1).

OJK menekankan, berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan tidak terlihat bisnis mikro bank non penyalur KUR tergerus.

Sebelumnya beberapa bank mengakui adanya kredit usaha rakyat (KUR) pemerintah sejak tahun 2017 lalu telah mempengaruhi bisnis kredit mikronya. Pengaruh terbesar ada pada kredit mikro dengan plafon di bawah Rp 25 juta.

Seperti diketahui, bunga KUR mikro pemerintah pada 2017 lalu sebesar 9% jauh lebih rendah dibanding bunga kredit mikro komersial yaitu mencapai 18%-19%. Rendahnya bunga KUR ini karena pemerintah memberikan subsidi bunga yang berasal dari APBN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×