kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.079   -1,00   -0,01%
  • IDX 5.447   58,84   1,09%
  • KOMPAS100 705   8,36   1,20%
  • LQ45 549   4,58   0,84%
  • ISSI 187   3,18   1,73%
  • IDX30 307   1,72   0,56%
  • IDXHIDIV20 404   4,19   1,05%
  • IDX80 81   0,85   1,06%
  • IDXV30 113   1,87   1,69%
  • IDXQ30 102   0,69   0,68%

Kredit Perbankan Tumbuh 12,7% pada September 2026, Tembus Rp 9.078 Triliun


Jumat, 23 Oktober 2026 / 11:18 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 12,7% pada September 2026, Tembus Rp 9.078 Triliun
ILUSTRASI. Karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan masih tumbuh positif pada September 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan mencapai Rp 9.078,2 triliun atau tumbuh 12,7% secara tahunan atau year on year (YoY).

Dikutip dari data uang beredar BI yang dipublikasikan pada Jumat (23/10/2026), meski tumbuh positif, laju penyaluran kredit tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang tumbuh 13,3% YoY.

BI mencatat, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh penyaluran kepada debitur korporasi yang tumbuh 20,3% YoY. Namun, pertumbuhan tersebut juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 21,6% YoY.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 8,2% Tembus Rp 9.895,8 Triliun pada September 2026

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).

Kredit modal kerja tumbuh 12,7% YoY pada September 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 sebesar 12,3% YoY.

Peningkatan ini antara lain didorong oleh penyaluran kredit ke sektor listrik, gas dan air bersih, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta jasa-jasa.

Sementara itu, kredit investasi tumbuh 21% YoY pada September 2026. Meski masih tumbuh dua digit, laju tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 23,4% YoY.

Pertumbuhan kredit investasi terutama didorong oleh penyaluran ke sektor konstruksi, listrik, gas dan air bersih, serta pertambangan dan penggalian.

Adapun kredit konsumsi tumbuh 4,7% YoY pada September 2026, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5% YoY.

Pertumbuhan kredit konsumsi ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang masing-masing tumbuh 4,3% YoY dan 6,5% YoY. Pada Agustus 2026, kedua jenis kredit tersebut masing-masing tumbuh 4,2% YoY dan 7,2% YoY.

Baca Juga: BCA Catat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp 3,5 Triliun, Tumbuh 32%

Di sisi lain, kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi 9,7% YoY pada September 2026, meski menunjukkan perbaikan.

Dari sektor properti, penyaluran kredit tumbuh 16,4% YoY pada September 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 18,3% YoY.

Kredit konstruksi tumbuh 42,3% YoY, melambat dari 49,5% YoY pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit real estat tumbuh 15,5% YoY, sedikit melambat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 15,8% YoY.

Sementara itu, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 2,7% YoY pada September 2026. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 2,3% YoY.

Peningkatan terutama ditopang oleh akselerasi kredit skala mikro dan kecil. Kredit mikro tumbuh 3,1% YoY, meningkat dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Adapun kredit usaha kecil tumbuh 1,6% YoY, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 sebesar 1%.

Baca Juga: OJK Longgarkan SLIK, CNAF Tetap Selektif Menyalurkan Pembiayaan

Sebaliknya, kredit usaha menengah tumbuh 3,6% YoY, sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,8% YoY.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM terutama bersumber dari ekspansi kredit investasi yang mencapai 14,9% YoY.

Sementara itu, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 2,6% YoY, meski menunjukkan perbaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×