Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan masih tumbuh positif pada September 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan mencapai Rp 9.078,2 triliun atau tumbuh 12,7% secara tahunan atau year on year (YoY).
Dikutip dari data uang beredar BI yang dipublikasikan pada Jumat (23/10/2026), meski tumbuh positif, laju penyaluran kredit tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang tumbuh 13,3% YoY.
BI mencatat, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh penyaluran kepada debitur korporasi yang tumbuh 20,3% YoY. Namun, pertumbuhan tersebut juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 21,6% YoY.
Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 8,2% Tembus Rp 9.895,8 Triliun pada September 2026
Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).
Kredit modal kerja tumbuh 12,7% YoY pada September 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan Agustus 2026 sebesar 12,3% YoY.
Peningkatan ini antara lain didorong oleh penyaluran kredit ke sektor listrik, gas dan air bersih, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, serta jasa-jasa.
Sementara itu, kredit investasi tumbuh 21% YoY pada September 2026. Meski masih tumbuh dua digit, laju tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 23,4% YoY.
Pertumbuhan kredit investasi terutama didorong oleh penyaluran ke sektor konstruksi, listrik, gas dan air bersih, serta pertambangan dan penggalian.
Adapun kredit konsumsi tumbuh 4,7% YoY pada September 2026, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5% YoY.
Pertumbuhan kredit konsumsi ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang masing-masing tumbuh 4,3% YoY dan 6,5% YoY. Pada Agustus 2026, kedua jenis kredit tersebut masing-masing tumbuh 4,2% YoY dan 7,2% YoY.
Baca Juga: BCA Catat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp 3,5 Triliun, Tumbuh 32%
Di sisi lain, kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi 9,7% YoY pada September 2026, meski menunjukkan perbaikan.
Dari sektor properti, penyaluran kredit tumbuh 16,4% YoY pada September 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 18,3% YoY.
Kredit konstruksi tumbuh 42,3% YoY, melambat dari 49,5% YoY pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kredit real estat tumbuh 15,5% YoY, sedikit melambat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 15,8% YoY.
Sementara itu, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 2,7% YoY pada September 2026. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 2,3% YoY.
Peningkatan terutama ditopang oleh akselerasi kredit skala mikro dan kecil. Kredit mikro tumbuh 3,1% YoY, meningkat dari 2,6% pada bulan sebelumnya. Adapun kredit usaha kecil tumbuh 1,6% YoY, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 sebesar 1%.
Baca Juga: OJK Longgarkan SLIK, CNAF Tetap Selektif Menyalurkan Pembiayaan
Sebaliknya, kredit usaha menengah tumbuh 3,6% YoY, sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,8% YoY.
Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM terutama bersumber dari ekspansi kredit investasi yang mencapai 14,9% YoY.
Sementara itu, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 2,6% YoY, meski menunjukkan perbaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














