kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.924   54,00   0,30%
  • IDX 5.698   -122,57   -2,11%
  • KOMPAS100 735   -16,76   -2,23%
  • LQ45 560   -12,92   -2,26%
  • ISSI 198   -3,57   -1,78%
  • IDX30 318   -7,12   -2,19%
  • IDXHIDIV20 392   -8,65   -2,16%
  • IDX80 84   -1,95   -2,28%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,49%
  • IDXQ30 103   -2,18   -2,08%

Kredit properti tumbuh dua digit


Rabu, 08 Januari 2014 / 14:54 WIB
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Permintaan kredit properti masih menunjukkan peningkatan, meskipun terjadi pelemahan pertumbuhan. Data Bank Indonesia (BI) menujukkan, pertumbuhan kredit properti tumbuh 26,9% year on year, atau senilai Rp 469,9 triliun per November 2013. Semua jenis properti seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh dua digit.

Masih mengutip data tersebut, kredit properti seperti KPR tumbuh 28% atau senilai Rp 265,9 triliun per November 2013, pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya tumbuh 30,8%. Sedangkan, segmen KPA tumbuh 22,1% menjadi Rp 12,0 triliun per November 2013 atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya tumbuh 29,8%.

Adapun pembiayaan perbankan kepada masyarakat untuk pembelian rumah tinggal atau apartemen tersebut masih didominasi oleh Bank BUMN sebesar Rp 140,2 triliun dengan pertumbuhan 39,6% dan pangsa pasar 50,3%. Meskipun mulai melambat, namun pertumbuhan kredit properti masih relatif tinggi, karena besarnya permintaan masyarakat untuk rumah tinggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×