Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perbankan terpantau mulai menetapkan harga jual tinggi untuk dolar Amerika Serikat (AS) siang ini, Kamis (7/5/2026).
Meski data Bloomberg, Kamis (7/5/2026) pukul 14.07 WIB, rupiah di pasar spot masih di level Rp 17.361 per dolar AS menguat 0,15%.
Bank Himbara maupun swasta, justru mematok harga jual valas cukup tinggi. Sejumlah di antaranya bahkan mematok di atas Rp 17.500.
Baca Juga: KB Bank Kucurkan Kredit Rp 80 Miliar ke Anak Usaha NWP Property
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya, mematok kurs jual dolar AS di TT counter sebesar Rp 17.560, dengan kurs beli sebesar Rp 17.260. Namun di mekanisme e-rate, kurs jual masih di level Rp 17.400 dan kurs beli di Rp 17.248.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan kurs jual dolar AS di TT counter dan Bank Notes sebesar Rp 17.525 dan kurs belinya senilai Rp 17.225. Sementara itu di e-rate, kurs jual dolar AS masih di level Rp 17.378 dan kurs beli di Rp 17.358.
Kemudian di DBS Indonesia, kurs jual dolar AS sebesar Rp 17.551 dan kurs belinya sebesar Rp 17.197. Pun di HSBC Indonesia, pada mekanisme transfer, kurs jual dolar AS dipatok sebesar Rp 17.550 dengan kurs beli Rp 17.100, dan pada mekanisme tunai kurs jual bahkan menyentuh Rp 17.625 sementara kurs beli di Rp 17.025.
Kendati begitu, sejumlah bank lain juga masih mematok harga jual di kisaran Rp 17.400. PT Bank Mandiri Tbk mematok kurs jual dolar AS di TT counter dan Bank Notes sebesar Rp 17.450 dan kurs beli Rp 17.150.
Pun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memasang kurs jual dolar AS di TT counter dan Bank Notes sebesar Rp 17.490, sementara kurs belinya Rp 17.190. Kemudian di PT Bank Permata Tbk, kurs jual dolar AS dipatok di level Rp 17.450 dan kurs beli di Rp 17.270.
Baca Juga: OJK Tindak Enam Entitas Pialang Asuransi Ilegal, Usut 15 Entitas Lain
Tampil agak berbeda, spread kurs jual dan beli dolar AS di PT Bank CIMB Niaga justru tipis. Yang mana, kurs jual sebesar Rp 17.367 sementara kurs beli Rp 17.352.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












