kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.810   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.339   58,36   0,70%
  • KOMPAS100 1.173   8,99   0,77%
  • LQ45 846   7,95   0,95%
  • ISSI 297   2,39   0,81%
  • IDX30 446   4,40   1,00%
  • IDXHIDIV20 535   5,46   1,03%
  • IDX80 131   0,96   0,74%
  • IDXV30 145   2,41   1,69%
  • IDXQ30 144   1,37   0,96%

Laba Allo Bank Tumbuh 23% pada 2025, DPK Melonjak 56%


Rabu, 25 Februari 2026 / 12:19 WIB
Laba Allo Bank Tumbuh 23% pada 2025, DPK Melonjak 56%
ILUSTRASI. Allo Bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2025. 

Bank digital ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 574,26 miliar pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, naik 23% secara tahunan (year on year/yoy).

Sejalan dengan itu, kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. Pendapatan operasional tumbuh 37% yoy menjadi Rp 1,98 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Pendapatan bunga bersih tercatat naik 29% yoy menjadi Rp 1,44 triliun. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya melesat 65% yoy menjadi Rp 543 miliar, didukung ekspansi penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Baca Juga: Volume Transaksi BSI Agen Tembus Rp 82 Triliun pada 2025

Perbaikan kinerja ini turut mendorong peningkatan rasio profitabilitas. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 10,1%, naik 120 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya. Return on Assets (ROA) mencapai 4,9% atau meningkat 110 bps, sedangkan Return on Equity (ROE) berada di level 7,9% atau naik 50 bps yoy.

Dari sisi intermediasi, kredit yang disalurkan mencapai Rp 9,14 triliun pada akhir 2025, ditopang pertumbuhan di segmen ritel maupun wholesale. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross sebesar 1,6% dan NPL net 0,6%.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh signifikan 56% yoy menjadi Rp 9,51 triliun. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap bank.

Permodalan Allo Bank juga masih sangat kuat. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 74%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Ekuitas bank naik 3% yoy menjadi Rp 7,50 triliun, ditopang pertumbuhan laba ditahan dan laba berjalan.

Plt. Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, kami bersyukur Allo Bank mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan basis pelanggan yang telah melampaui 14 juta pada akhir Desember 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/2).

Sepanjang 2025, Allo Bank juga meraih sejumlah penghargaan, antara lain dua penghargaan dalam ajang Strategy and Performance Execution Excellence (SPEx2®) Awards 2025 sebagai The Best Execution Winner in Digital Banking Industry dan Special Recognition: Excellence in Product Strategy & Innovation untuk produk tabungan Allo Grow.

Selain itu, bank ini meraih skor 9,47 (Sangat Baik) dalam Financial Integrity Rating untuk kategori bank KBMI 2. Skor tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,85 (Baik), mencerminkan penguatan aspek tata kelola dan pencegahan tindak pidana pencucian uang serta pendanaan terorisme.

Baca Juga: Paylater hingga Kartu Kredit Visa, Produk Baru BTN yang Siap Meluncur Tahun Ini

Selanjutnya: IHSG Naik 0,60% ke 8.330 Sesi I, Top Gainers LQ45: INKP, ADMR dan INCO, Rabu (25/2)

Menarik Dibaca: Promo 1 Hari Superindo Spesial Gajian 25 Februari 2026, Diskon 40% & Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×