Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk percaya diri menatap kinerja sepanjang 2026 meski dibayangi ketidakpastian global. Perusahaan ini mencatat kinerja solid hingga kuartal I-2026 dan menargetkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan sepanjang tahun.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan hingga Maret 2026 laba konsolidasi Bank Mandiri tumbuh 16,6% secara tahunan mencapai Rp 15,4 triliun. Kinerja tersebut ditopang kualitas aset yang tetap terjaga.
“Rasio NPL bank only berada di kisaran 0,98%, cost of credit 0,48%, dengan coverage ratio 245%,” ujarnya saat konferensi pers paparan kinerja perusahaan, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Capai Rp320 Triliun per Maret 2026
Dari sisi permodalan, Bank Mandiri mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 19,7% dengan tingkat profitabilitas yang kuat, tercermin dari return on equity (ROE) sebesar 22,1%.
Memasuki kuartal II-2026, Bank Mandiri memproyeksikan ekspansi kredit tetap tumbuh sejalan dengan industri. Penyaluran kredit akan difokuskan ke sektor-sektor yang prospektif dan memiliki ketahanan tinggi, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Di sisi lain, bank ini juga memperkuat dukungan terhadap ekonomi kerakyatan melalui akselerasi pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih tinggi dibandingkan kredit. Fokus utama diarahkan pada peningkatan dana murah (CASA) guna menjaga efisiensi struktur pendanaan dan likuiditas. “LDR kami jaga agar tetap berada pada level yang sehat,” jelasnya.
Untuk menjaga profitabilitas, margin bunga bersih (NIM) diproyeksikan stabil melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi komposisi portofolio.
Selain itu, Bank Mandiri juga mendorong pertumbuhan fee-based income sebagai sumber pendapatan berulang, yang diperkuat melalui kapabilitas digital seperti Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Dengan strategi tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika global.
Baca Juga: Pembiayaan Investasi CNAF Tumbuh 3% Jadi Rp 821 Miliar pada Kuartal I-2026
“Dengan fundamental yang kuat dan pengelolaan risiko yang disiplin, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026,” tutup Novita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













